Slider[Style1]

Style2

Style5

Style4

Bahan Saat Teduh 5B | 15 Jul - 21 Jul 2013

Senin, 15 Juli 2013
INISIATIF ALLAH
Yeremia 29:10-14

B2
Menurut nats ini, sebenarnya apakah Allah lebih dahulu mencari kita atau kita mencari Dia? Apa maksudnya frase “Aku akan memberikan kamu menemukan Aku…” (ayat 14)?

Seringkali, kita berpikir bahwa ibadah adalah hasil dari inisiatif kita. Kitalah yang berniat pergi ke gereja. Kitalah yang mengikuti ibadah dari awal sampai akhir. Kelihatannya memang ibadah dimulai dari kita yang berkomitmen mencari Allah. Namun, apakah benar demikian?

Nats hari ini menunjukkan suatu realita yang lebih dalam namun terlupakan oleh kita. Sesungguhnya, ibadah itu selalu diawali dari inisiatif Allah yang lebih dahulu mencari dan memanggil kita, orang berdosa. Ayat 10 mengatakan bahwa Allah adalah pihak pertama yang bekerja memulihkan keadaan umat-Nya. Pemulihan-Nya inilah yang akhirnya memungkinkan umat Tuhan memiliki hati yang merindukan dan mencari Dia. Jadi apakah ibadah berasal dari inisiatif kita? Tidak! Karena inisiatif kita pun adalah buah dari inisiatif Allah yang menebus dan menguduskan kita.

B3
Bersyukurlah atas karya penebusan Allah yang memungkinkan kita untuk beribadah kepada-Nya!

*****

Selasa, 16 Juli 2013
DICIPTAKAN UNTUK KEMULIAAN-NYA!
Yesaya 43:1-7

B2
Apa saja yang Allah sudah dan akan lakukan terhadap umat-Nya? Menurut ayat 7, apa tujuan Allah menciptakan dan menebus kita?

Dalam film Superman: Man of Steel, diceritakan bahwa setiap penghuni planet Kripton sudah ditentukan tujuan hidupnya sejak mereka masih bayi. Ada yang ditentukan sebagai prajurit, pemimpin, pekerja, dan sebagainya. Sekali ditentukan maka bayi itu akan bertumbuh dengan karakter dan kemampuan yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan hidupnya tersebut.

Demikian pula dengan kita. Allah menciptakan dan menebus kita untuk kemuliaan-Nya. Bukan karena Allah kita butuh dihormati melainkan karena Allah, di dalam kasih-Nya, ingin supaya manusia mengalami keindahan dan keagungan kemuliaan-Nya. Dalam hal ini, Allah ingin “membagikan” kemuliaan-Nya kepada manusia. Ibadah adalah salah satu bentuk terpenting kita menyelaraskan diri dengan tujuan Allah atas kita. Ketika kita menyembah Dia maka kita sedang memenuhi tujuan Allah tersebut!

B3
Sadarilah bahwa kehidupanmu bukanlah suatu kebetulan tetapi keputusan Allah supaya Anda memiliki hidup yang memuliakan Dia!

*****

Rabu, 17 Juli 2013
MENAKUTKAN DAN MENENANGKAN
Yesaya 8:11-15

B2
Siapakah yang seharusnya kita takuti dan tidak takuti dalam hidup ini (ayat 11-13)? Apa artinya Allah akan menjadi “tempat kudus” (ayat 14)?

Dalam salah satu episode Dog Wishperer, ada sepasang suami istri yang memiliki anjing berukuran besar. Anjing tersebut begitu menyeramkan untuk dilihat apalagi didekati. Sampai suatu hari, pasangan tersebut memperoleh seorang anak. Awalnya, banyak orang mengkhawatirkan keselamatan si bayi yang tinggal satu rumah dengan anjing besar tersebut. Namun, ternyata anjing itu malah menjadi pelindung si bayi yang setia. Tidak ada yang berani mengganggu bayi tersebut karena ia selalu didampingi oleh anjing itu.

Bukankah Allah kita seperti itu? Bagi orang yang tidak mengenal-Nya, Allah adalah Pribadi yang sangat pantas untuk ditakuti (ayat 13). Dia adalah Allah yang berkuasa atas hidup dan mati manusia. Namun, bagi kita yang telah menjadi anak-anak-Nya, Allah adalah tempat perlindungan yang teguh. Ayat 14 mengibaratkan Allah sebagai “tempat kudus” (sanctuary) yaitu tempat paling aman di zaman Perjanjian Lama sebab Allah sendiri yang hadir dan menjagai kita. Selama kita berada dalam perlindungan-Nya maka tidak ada satu pun yang perlu kita takuti dalam hidup ini.

B3
Renungkanlah kembali akan janji Allah untuk menjadi tempat perlindungan yang paling aman bagi hidupmu! Masihkah Anda takut menjalani hidup ini?

*****

Kamis, 18 Juli 2013
JANGAN HANYA MENGANGKAT TANGAN!
Ratapan 3:37-41

B2
Apa maksudnya kita harus mengeluhkan dosa kita (ayat 39)? Apa artinya mengangkat hati dan tangan kepada Tuhan (ayat 41)?

Dalam ibadah hari Minggu, kita terbiasa mengangkat tangan sewaktu kita menyanyikan puji-pujian. Saking seringnya, perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan yang belum tentu diiringi oleh sikap hati yang tepat. Padahal mengangkat tangan dalam ibadah tidak secara otomatis menjadikan perilaku ini sebagai penyembahan yang baik.

Ayat 41 dengan jelas menyatakan bahwa kita harus mengangkat tangan dan hati kita kepada Allah. Hati yang terangkat kepada-Nya merupakan syarat supaya ibadah kita menyenangkan Dia. Tangan yang terangkat bagi-Nya merupakan ekspresi yang tidak terbendung dari hati yang mencintai, menghormati, dan meninggikan Allah. Apakah Anda masih ragu mengangkat tanganmu dalam ibadah? Atau, apakah Anda seringkali mengangkat tangan tanpa mengangkat hatimu? Ingatlah bahwa keduanya sama-sama penting sebagai suatu kesatuan penyembahan yang indah di mata Tuhan.

B3
Belajarlah mengangkat tangan dan hatimu kepada Tuhan dalam penyembahan!

*****

Jumat, 19 Juli 2013
MENYANYIKAN KEADILAN
Mazmur 101

B2
Apa yang hendak dinyanyikan Pemazmur (ayat 1)? Bagaimana Pemazmur menegakkan keadilan dalam kehidupan sehari-hari?

Nyanyian rohani yang baik haruslah menampilkan atau menekankan siapa Allah yang sejati. Dalam Mazmur ini, Pemazmur bertekad untuk memuji keadilan Allah. Ini adalah hal yang jarang kita lakukan dalam puji-pujian kita. Kebanyakan nyanyian rohani bertemakan kasih atau kuasa Allah tetapi bukan keadilan-Nya. Padahal keadilan adalah salah satu karakter Allah. Bila Allah tidak adil maka orang-orang benar yang tertindas tidak akan pernah mengalami pembelaan yang sempurna dari-Nya.

Yang menarik, Pemazmur menyanyikan keadilan Allah bukan hanya melalui suara namun juga melalui kehidupannya. Seluruh hidupnya didedikasikan untuk menegakkan keadilan bagi sesama. Ia sendiri berjanji untuk menjadi orang yang tulus. Ia akan melawan orang-orang yang lalim. Dalam hal ini, seluruh hidupnya menjadi “nyanyian” yang mencerminkan keadilan Allah. Inilah yang disukai Allah, suara keadilan bukan hanya dalam bentuk nyanyian melainkan juga tindakan nyata yang mencintai dan mewujudkan keadilan bagi orang lain.

B3
Berdoalah supaya Tuhan memberi kita hati yang mencintai keadilan!

*****

Sabtu, 20 Juli 2013
SAKIT ASMARA KEPADA TUHAN
Kidung Agung 5:1-8

Membaca nats ini, kita membayangkan betapa romantisnya sang istri menantikan dan mempersiapkan dirinya bagi sang suami. Tragisnya, saat ia membukakan pintu kamar, ternyata sang suami sudah lenyap dari pandangannya. Apakah ia marah? Apakah ia memilih untuk tinggal di kamar? Tidak! Ia pergi mencari sang suami dengan antusias. Mengapa? Karena hatinya dipenuhi oleh sakit asmara (ayat 8). Ini adalah suatu kondisi hati yang sangat merindukan sang suami tercinta.

Sadarkah kita bahwa nats ini tidak sekedar bicara hubungan istri dan suaminya? Jauh lebih dalam, ini adalah simbol bagi hubungan kita dengan Tuhan. Hubungan kita bukan sekedar status bahwa kita adalah anak-Nya dan Dia adalah Bapa kita. Hubungan kita adalah hubungan yang emosional. Artinya, hati kita seharusnya juga dipenuhi oleh cinta dan kerinduan yang meluap-luap kepada-Nya. Apakah selama ini, Anda masih menyembah Dia dengan “sakit asmara” di hatimu?

B3
Mintalah kepada-Nya supaya terus menjaga dan membakar hatimu bagi-Nya!

*****

Minggu, 21 Juli 2013
PENYEMBAHAN SEBAGAI DIALOG
Yesaya 6:1-9

B2
Perhatikan, apa saja yang menjadi respon Yesaya kepada Allah dan respon Allah kepada Yesaya? Mengapa ibadah yang baik memerlukan respon kita?

Setidaknya ada 2 cara pandang yang salah tentang ibadah. Pertama, kita melihat ibadah sebagai kelas di mana ibadah menjadi sarana untuk penyampaian informasi saja, khususnya melalui khotbah. Kedua, kita menganggap ibadah sebagai konser di mana kita dihibur melalui musik yang menarik. Keduanya tentu saja tidak pas dalam kita memahami apa itu ibadah.

Pertemuan Yesaya dengan Tuhan mengajarkan kita bahwa ibadah sesungguhnya adalah sebuah dialog antara Yang Ilahi dan umat-Nya. Dialog ini bersifat saling meresponi. Ketika Yesaya melihat kekudusan Allah, ia pun mengakui segala dosanya. Kemudian, Allah berespon terhadap pengakuan Yesaya dengan menyucikannya kembali. Lantas, Allah menyampaikan tantangan pengutusan. Yesaya pun menjawab. Akhirnya, Allah mengutus Yesaya.

B3
Marilah kita menjalani ibadah sebagai dialog dengan Dia. Responilah apa yang Dia nyatakan melalui ibadah.





Bahan Saat Teduh 5B | 08 Jul - 14 Jul 2013

Senin, 8 Juli 2013         
MUSA MENGHADAP FIRAUN 
Keluaran 5 : 1-2

B1 (Berdoa)
Berdoalah dan mintalah kepada Tuhan agar kita dapat mengerti kebenaran-Nya.

B2 (Belajar)
Sebutkan alasan mengapa Musa dan Harun menghadap Firaun? (ay.1)
Apa yang mendorong mereka berani meminta Firaun membebaskan bangsanya? (ay.2)

Pengajaran:
I) Musa dan Harun menghadap Firaun (5:1,3).
  1. Mereka memberitakan Firman Tuhan kepada Firaun (5:1,3).
  2. Ini jelas merupakan suatu pelayanan yang mengandung resiko tinggi (bdk. Yohanes Pembaptis menegur Herodes dalam Mat. 14:1-12).
  3. Kata-kata ini juga berarti: kalau engkau (Firaun) tidak mengijinkan kami pergi, Tuhan akan menghukum engkau!
  4. Menunjukan teguran / ancaman semacam ini kepada seorang raja kafir, jelas merupakan sesuatu yang berbahaya. Tetapi toh Musa dan Harun melakukan hal itu.
II) Reaksi Firaun (5:2,4-9).
1)   Ay 2. Macam-macam kemungkinan:
a)      Firaun memang tidak pernah mendengar nama YAHWEH (TUHAN) tersebut.
b)      Firaun tidak mengakui YAHWEH sebagai Allah.
c)      Firaun menganggap YAHWEH adalah Allahnya orang Israel sehingga ia tidak perlu tunduk kepada YAHWEH.
Yang manapun yang betul tidak terlalu jadi soal; yang jelas Firaun melarang orang Israel untuk pergi.

B3 (Berbuat)
Periksalah, apakah selama ini Anda termasuk orang yang berani menyatakan kebenaran kepada orang yang salah? Apakah Anda bersedia ditegur berdasarkan firman Tuhan? Terbukalah terhadap teguran yang membawa pada kebenaran.

B4 (Bersaksi)
Ajaklah keluarga Anda untuk bersama membahas B3 hari ini.

B5 (Berkat)
Tuliskan peneguhan yang Anda terima dari sharing Anda bersama keluarga.





Selasa, 9 Juli 2013       
SIAP MENDERITA DEMI KETAATAN
Keluaran 5 : 6-9

B1 (Berdoa)
Berdoalah dan mintalah kepada Tuhan agar kita dapat mengerti kebenaran-Nya.

B2 (Belajar)
Sebutkan alasan mengapa bangsa Israel semakin menderita? (ay.6)
Apa saja  yang dialami oleh bangsa Israel di tengah penderitaan yang mereka alami? (ay.7-9)

Pengajaran:
Ay 6-9.
a)   Firaun memperberat pekerjaan orang Israel.
b)   Firaun menuduh orang Israel malas  (ay 8,17).
Orang yang mau taat / ikut Tuhan memang sering dituduh macam-macam. Jadi jangan
heran kalau saudara mengalami hal semacam itu.
c)   Akibat reaksi Firaun itu   maka orang Israel makin hebat penderitaannya.
Saat berdoa dan lalu penderitaan justru bertambah, jangan cepat-cepat menganggap bahwa Tuhan tidak mempedulikan saudara / doa saudara. (bnd. Kel 2:23-25) Jangan sampai kita memiliki sikap salah dalam menghadapi kesukaran / kegagalan (5:20-23).
.

B3 (Berbuat)
Periksalah, apakah selama ini Anda termasuk orang siap mengalami tantangan saat menghadapi kesulitan? Apakah Anda tetap setia disaat menghadapi kesulitan itu? Siap sedialah, apa pun yang kita alami dalam kehidupan kita.

B4 (Bersaksi)
Ajaklah keluarga Anda untuk bersama membahas B3 hari ini.

B5 (Berkat)
Tuliskan peneguhan yang Anda terima dari sharing Anda bersama keluarga.











Rabu, 10 Juli 2013       
MUSA MEMINTA PENYERTAAN TUHAN DI GURUN  
Keluaran 33 : 15-17

B1 (Berdoa)
Berdoalah dan mintalah kepada Tuhan agar kita dapat mengerti kebenaran-Nya.

B2 (Belajar)
Mengapa Musa mencari penyertaan Tuhan di dalam setiap langkahnya? (ay.15) 
Apakah yang diminta oleh Musa dari Allah? (ay.16)
Apakah yang dijanjikan Allah kepada Musa (ay.17)

Pengajaran:
Allah berjanji bahwa Ia akan melindungi bangsa Israel dan akan memberikan negeri yang dijanjikan-Nya itu kepada mereka. Namun karena dosa mereka, Allah tidak lagi hadir secara khusus di antara mereka. Mereka semua sedih mendengar ancaman ini. Apa gunanya memperoleh Tanah Perjanjian tetapi kehilangan kehadiran Tuhan? Justru kehadiran Tuhan di tengah-tengah merekalah yang membedakan Israel dari bangsa lain (ayat 16).
Allah yang akrab. Allah menjauhkan diri dari bangsa Israel, namun "setiap orang yang mencari Tuhan" boleh pergi ke Kemah Pertemuan. Allah berbicara langsung dengan Musa "berhadapan muka", bukan melalui mimpi atau penglihatan. Tuhan mendengarkan doa Musa, bahkan Ia memperlihatkan "cahaya susulan" kemuliaan-Nya kepada Musa. Kita juga boleh masuk ke hadirat Tuhan melalui Tuhan Yesus. "Marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh" (Ibr. 10:22).

B3 (Berbuat)
Periksalah, apakah selama ini Anda termasuk orang yang selalu mencari pertolongan hanya dari Allah?  Apakah Anda bersedia meninggalkan “sandaran” kita yang lain selain Allah?  Bertekadlah untuk menyerahkan semua perkara hanya kepada Allah!

B4 (Bersaksi)
Ajaklah keluarga Anda untuk bersama membahas B3 hari ini.

B5 (Berkat)
Tuliskan peneguhan yang Anda terima dari sharing Anda bersama keluarga.










Kamis, 11 Juli 2013      
TUHAN SUMBER PERTOLONGAN
Keluaran 34: 5-7

B1 (Berdoa)
Berdoalah dan mintalah kepada Tuhan agar kita dapat mengerti kebenaran-Nya.

B2 (Belajar)
Siapakah yang seperti Allah kita? (ay.5)
Siapa yang dapat memberikan kasih yang melampaui kekuatan kita? (ay.7)

Pengajaran:
Musa harus pergi seorang diri dengan membawa dua loh batu baru. Tuhan mengulangi perintah-Nya supaya Musa kembali menghadap-Nya dan menerima lagi berbagai peraturan Taurat. Tidak boleh ada makhuk hidup apa pun yang mendekati Gunung Sinai sebab Tuhan akan menjumpai Musa di puncak gunung itu. Hal ini merupakan jawaban Tuhan bagi permohonan Musa, yang dilakukan-Nya sebagai peneguhan janji-Nya bagi Musa dan Israel. Sama seperti penampakan Tuhan di depan umat-Nya dalam bentuk tiang awan maka Ia pun melakukan hal yang sama saat bertemu dengan Musa (ay.5). Tuhan menyerukan nama-Nya dan menyatakan kasih-Nya bagi setiap orang yang menaati firman-Nya. Pada saat itu juga terjadi pengulangan jawaban yang sama yang pernah Ia berikan pada Musa. Seperti dua sisi mata uang, demikianlah keadilan dan kasih-Nya. Ia mengasihi setiap orang yang berbalik pada-Nya, namun Ia tetap menghukum semua orang yang melanggar hukum-Nya. Meski demikian, kasih Tuhan melampaui hukuman-Nya kepada umat-Nya.
Hanya orang-orang yang takut akan Tuhan yang mengerti arti hukuman Tuhan. Orang-orang seperti ini mengetahui bahwa hukuman Tuhan yang Ia berikan bagi mereka bukan untuk menghajar melainkan untuk mendidik umat-Nya. Peristiwa itu meneguhkan Musa akan penyertaan Tuhan atas umat-Nya, Israel yang telah Tuhan sudah lepaskan dari penjajahan Mesir. Musa menyadari dengan penuh bahwa tanpa Tuhan sendiri yang berpihak kepadanya dan umat-Nya, mereka tidak mungkin berhasil tiba di Tanah Perjanjian. Jika hal ini yang terjadi maka Israel akan menjadi cemoohan bangsa-bangsa yang mengenali mereka sebagai umat-Nya
                                                                
B3 (Berbuat)
Periksalah, apakah selama ini  kita pernah mengalami pertolongan Tuhan?  Apakah Anda bersedia hanya mencari perlindungan kepada Allah? Jangan mengandalkan manusia, namun andalkanlah Tuhan dalam setiap lakumu!

B4 (Bersaksi)
Ajaklah keluarga Anda untuk bersama membahas B3 hari ini.

B5 (Berkat)
Tuliskan peneguhan yang Anda terima dari sharing Anda bersama keluarga.


Jumat, 12 Juli 2013      
YANG TERBAIK UNTUK TUHAN
Keluaran 35 : 21-24

B1 (Berdoa)
Berdoalah dan mintalah kepada Tuhan agar kita dapat mengerti kebenaran-Nya.

B2 (Belajar)
Sebutkan apakah yang diperintahkan Allah kepada Musa? (ay.21)
Apakah yang menjadi komitmen Musa dan umat Israel? (ay.24)  

Pengajaran:
Bangsa Israel disuruh memberikan persembahan khusus dari harta benda mereka untuk mendirikan tempat beribadah yang indah. Persembahan tersebut berbagai rupa. Ada emas, perak, barang-barang perhiasan, kain, kulit binatang, rempah-rempah, dll. Pokoknya yang dipersembahkan kepada Tuhan harus yang terbaik sebab seluruh hidup dan milik mereka berasal dari kebaikan Tuhan saja. Para tukang pun diminta untuk menyumbangkan keahlian mereka demi kemuliaan Tuhan. Musa menyampaikan firman Tuhan kepada bangsa Israel, lalu mereka pulang ke tempat masing-masing. Ada kesempatan untuk merenungkan firman Tuhan dan memperhitungkan dulu apa yang mau mereka berikan. Tidak ada paksaan, tetapi setiap orang memberi dengan sukacita dan rela hati. Prinsip pemberian sukarela diungkapkan beberapa kali dalam perikop ini. Setiap orang memberi karena "terdorong hatinya", "tergerak hatinya" (ayat 21,26), "terdorong jiwanya" atau "hendak mempersembahkan persembahan khusus" (ayat 24). Namun jelas bahwa setiap orang Israel memberikan sesuatu. Persembahan bangsa Israel itu sedemikian banyaknya sehingga Musa harus menyuruh mereka berhenti, karena yang diberikan lebih banyak daripada yang dibutuhkan.
Sesungguhnya jika kita memberi persembahan, kitalah yang beroleh hak istimewa untuk tahu bersyukur kepada Tuhan dan menyadari bahwa Ia telah begitu baik menyediakan segala keperluan hidup kita. Persembahan adalah ungkapan dari pengakuan iman bahwa kita adalah milik Tuhan dan ungkapan dari kesediaan menjadi uluran tangan Tuhan bagi berbagai kebutuhan kita.


B3 (Berbuat)
Periksalah, apakah selama ini Anda termasuk orang yang telah mempersiapkan persembahan yang terbaik, saat akan beribadah? Apakah Anda bersedia berkomitmen untuk memberikan persembahan yang terbaik.?

B4 (Bersaksi)
Ajaklah keluarga Anda untuk bersama membahas B3 hari ini.

B5 (Berkat)
Tuliskan peneguhan yang Anda terima dari sharing Anda bersama keluarga.

Sabtu, 13 Juli 2013       
ANUGERAH DAN KARUNIA UNTUK MELAYANI
Keluaran 36: 3-5

B1 (Berdoa)
Berdoalah dan mintalah kepada Tuhan agar kita dapat mengerti kebenaran-Nya.

B2 (Belajar)
Sebutkan alasan mengapa bangsa Israel mau melayani Allah ? (ay.3)
Apa yang mendorong mereka rela melakukan semua ini? (ay.5)

Pengajaran:

Ada pendapat yang mengatakan bahwa pelayanan adalah sejenis pekerjaan yang rendah. Yang beranggapan seperti ini cenderung menolak untuk ikut dalam pelayanan Kristen. Pendapat kedua memandang pelayanan identik dengan status sosial. Kedua pandangan tersebut tidak tepat sama sekali dengan pandangan Alkitab. Bagaimana seharusnya kita menempatkan diri dalam pelayanan?
Pertama, setiap orang yang sudah mengalami anugerah Allah pasti memiliki dorongan untuk melayani (36:3-5). Umat Israel telah ditebus dari perbudakan Mesir. Mereka pernah mengecewakan Allah karena menyembah lembu emas. Namun, anugerah Allah sekali lagi mengampuni mereka. Kini mereka merespons belas kasih dan kemurahan Allah itu dengan mempersembahkan harta mereka untuk pembangunan kemah suci. Kedua, orang yang dipanggil untuk melayani Tuhan harus dikuduskan. Roh Kudus akan memperlengkapinya dengan karunia-karunia khusus atau menguduskan berbagai ketrampilan, bakat, dan hikmat untuk pelayanan-pelayanan tertentu (35:31-35). Bezaleel, Aholiab, dan sejumlah umat Israel telah diperlengkapi Allah untuk membangun kemah suci dan membuat segala perabotan di dalamnya. Allah juga memperlengkapi secara khusus Bezaleel dan Aholiab dengan karunia mengajar sehingga pelayanan ini bisa dikerjakan oleh lebih banyak orang.
Ada banyak bidang pelayanan yang perlu didukung oleh anak-anak Tuhan. Kita harus menggumuli serius panggilan kita dan memilih pelayanan yang sesuai dengan pimpinan-Nya.


B3 (Berbuat)
Periksalah, apakah selama ini Anda termasuk orang yang telah ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan di gereja? Apakah Anda bersedia untuk terlibat juga dalam pelayanan yang di luar gereja, seperti melayani mereka yang tidak memperoleh perhatian?

B4 (Bersaksi)
Ajaklah keluarga Anda untuk bersama membahas B3 hari ini.

B5 (Berkat)
Tuliskan peneguhan yang Anda terima dari sharing Anda bersama keluarga.

Minggu, 14 Juli 2013   
MUSA MENDAPAT PERINTAH ALLAH
Keluaran 38:1-7

B1 (Berdoa)
Berdoalah dan mintalah kepada Tuhan agar kita dapat mengerti kebenaran-Nya.

B2 (Belajar)
Sebutkan apakah yang diperintahkan Allah kepada Musa untuk membangun kemah pertemuan? (ay.1)
Sebutkan benda-benda apa saja yang diperintahkan Allah untuk kemah pertemuan?

Pengajaran:
Allah memerintahkan Musa dan umatNya untuk membangun kemah suci. Pembangunan kemah suci  dan perabotan-perabotannya ternyata mengikuti pola tertentu. Mulai dari kemah suci secara keseluruhan, lalu masuk ke bagian paling dalam, yaitu ruang mahakudus dan tabut perjanjiannya, kemudian ruang kudus dan perabotan-perabotannya.  Mezbah kurban bakaran adalah tempat umat menghampiri Allah lewat imam dan ritual persembahan kurban. Salah satu fungsi persembahan kurban adalah pendamaian antara umat yang berdosa dengan Allah yang kudus. Hanya setelah mendapatkan pengampunan, umat layak menghampiri Allah dalam ucapan syukur dan doa yang diwakilkan oleh para imam di ruang kudus.
Bejana pembasuhan berfungsi untuk membersihkan tangan dan kaki para imam yang terkena percikan darah setelah mempersembahkan kurban bakaran. Bukan hanya umat, hamba Tuhan pun dalam menghampiri Allah harus bersih luar dalam. Hal menarik di pasal 38:8 adalah disebutnya para pelayan perempuan yang melayani di pintu kemah suci. Ini menunjukkan bahwa kaum perempuan juga dilibatkan dalam pelayanan kemah suci. Pelajaran yang bisa kita tarik dari perikop ini. Pertama, menghampiri Allah apalagi melayani Dia tidak boleh sembarangan, harus dalam kekudusan. Syukur kepada Allah, melalui Kristus kita didamaikan dengan Allah dan dilayakkan untuk melayani-Nya. Kedua, di dalam Kristus, tidak ada perbedaan.

B3 (Berbuat)
Periksalah, apakah selama ini Anda secara langsung ambil bagian dalam mendukung sarana ibadah kita? Apakah kita telah mempersiapkan diri secara sungguh agar layak dihadapan-Nya? Milikilah motivasi dan komitmen yang benar dalam pelayanan! 

B4 (Bersaksi)
Ajaklah keluarga Anda untuk bersama membahas B3 hari ini.

B5 (Berkat)
Tuliskan peneguhan yang Anda terima dari sharing Anda bersama keluarga.


Top