Slider[Style1]

Style2

Style5

Style4

Karunia Rohani

(Rom 1:11-12)
1. Tujuan karunia rohani.
Tujuan karunia rohani guna menguatkan orang percaya bukan untuk "petantang petenteng". "Menguatkan": 1 Tes 3:2. Jelas utk menguatkan hati dan iman, bukan sekadar fisik ataupun utk mencukupi orang lain. John Piper: sebuah kemampuan yg dianugerahkan RK yg merupakan ekspresi iman, baik melalui kata2 maupun tindakan kita utk menguatkan iman sesama. Praktik: memikiki kerinduan utk menguatkan iman sesama lbh penting drpd sekadar mengetahui apa yg menjadi karunia rohani kita. PUNYA SEMANGAT UTK MENGUATKAN IMAN SESAMA MENDAHULUI MENGETAHUI KARUNIA ANDA ITU APA.
GUNAKANLAH DENGAN RENDAH HATI UNTUK MELAYANI ORANG LAIN, BUKAN UNTUK PAMER.


2. Setiap orang punya karunia yg berbeda.
Rom 12:6. Karunia diperoleh menurut atau sesuai kasih karunia Tuhan. Ketika Anda di dlm grj Anda harus berfungsi apapun karunianya. Setiap karunia baik yg kelihatan kecil ataupun besar, semuanya itu diperlukan, berkaitan, dan dubutuhkan bagi pertumbuhan grj dan tubuh Kristus. Jadi, SEMUA KARUNIA PENTING DAN BERGUNA. Gunakanlah karunia itu, entah itu "keren atau tdk"...utk melayani dan Tuhan hargai itu. Karunia yg kecil dan tdk keren pasti bisa berguna menguatkan iman jemaat. JANGAN MEREMEHKAN DENGAN KARUNIA YANG KELIHATANNYA KECIL. Praktik: Layanilah sesuai dengan karunia, bukan yg tdk sesuai, agar tepat guna shg jemaat memperoleh kekuatan iman.


Pengkhotbah: GI. Tyas Affandi
belum dikoreksi oleh pembicara
Ditulis oleh: Pdt. Hengky Setiawan.

Kehidupan Ditengah Penderitaan


Dalam Rut1 kita telah melihat bagaimana Rut dengan setia mengikuti Naomi dan Allah, sekalipun ia tak punya harapan apa-apa (suami, kekayaan, dsb). Ini mengakibatkan ia menderita. Bayangkan! Ia adalah seorang janda, miskin, dan hidup sebagai seorang asing di Israel, dan ia harus bekerja berat. Banyak orang ketika mengalami penderitaan berespon dengan salah. Bahkan Naomi (dalam Rut1), juga berespon dengan salah ketika ia mengalami penderitaan. Tetapi berbeda dengan Rut menantunya, Rut berespon dengan benar ketika ia mengalami penderitaan.

Ketika mengalami kesusahan Rut tidak hanya mengharapkan bantuan dan belas kasihan dari orang lain tetapi ia melakukan banyak hal. Apa yang bisa kita pelajari melalui kehidupan Rut?
Rut memiliki inisiatif untuk bekerja memunggut bulir-bulir jelai di ladang. Padahal pekerjaan itu bukanlah pekerjaan yang enak (Catatan: itu adalah pekerjaan yang layak bagi orang-orang miskin pada masa itu).

Rut melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh (ayat 7,15a). Walaupun pekerjaan berat dan tidak menghasilkan banyak, Rut tetap mengerjakan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh.
Rut memiliki kerendahan hati (ayat 8-9). Rut menyatakan bahwa sebenarnya ia bukanlah orang yang layak untuk mendapatkan kemudahan dan perlakuan baik dari Boas, pemilik ladang itu.

Ternyata ketika Rut berespon dengan benar, ia mendapatkan berkat
Pemeliharaan Allah dinyatakan kepadanya:
- Allah menyatakan bahwa Allah adalah Allah yang memperhatikan melalui Boas yang memperhatikannya. (ayat 5-17)
- Allah menjawab kebutuhan Rut melalui Boas. (Ay. 8-9; 14-17)

Oleh: GI.Tyas Affandi

Komunitas yang Berdoa


Dalam Kis 4:1-22, kita dapat melihat tentang Petrus dan Yohanes yang memiliki keberanian menghadapi kecaman dari para imam dan tua-tua. Dan sesaat setelah mereka mengalami semua hal itu, mereka segera kembali kedalam komunitas mereka. Ketika mereka kembali kepada komunitas mereka (yaitu jemaat mula-mula), ada sesuatu hal yang luar biasa terjadi sehingga pada Kis 4:31, kita dapat melihat suatu hal besar terjadi atas mereka. Apakah yang terjadi ketika mereka kembali kepada komunitas mereka?

1. Mereka mensharingkan apa yang telah terjadi atas mereka. (ay. 23)
Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. –Kis 4:23-

Ketika mereka kembali kepada komunitas mereka, hal pertama yang mereka lakukan adalah menceritakan segala sesuatu yang terjadi kepada mereka. Sebenarnya apabila Petrus dan Yohanes menceritakan masalah/ kesulitan ini kepada jemaat, ada kemungkinan akan membuat jemaat menjadi takut dan enggan untuk memberitakan injil. Tetapi mereka tetap memilih untuk menceritakan semuanya itu kepada mereka. Mereka berani menyatakan bahwa faktanya mengikut Kristus adalah seperti itu. Dengan mensharingkan masalah dan pergumulan kita, kita akan mendapat nasihat, pertolongan, dan dukungan doa dari orang-orang dalam komunitas kita.

2. Komunitas mereka (jemaat) berespon dengan mendoakan mereka (ay. 24)
Ketika jemaat mula-mula mendengar semuanya itu mereka langsung berdoa bagi mereka, sehingga di ayat 31, kita dapat melihat terjadi sesuatu yang besar atas mereka ketika mereka berdoa bersama-sama. Hal ini merupakan bagi teladan bagi kita semua, ketika ada seseorang dalam komunitas yang mensharingkan masalah/ kesulitan yang mereka alami, berdoa bagi mereka merupakan respon pertama yang haruslah kita lakukan. Apakah yang menjadi dasar doa mereka sehingga mereka mengalami kepenuhan Roh Kudus?


1. Fokus doa mereka adalah Allah bukan masalah mereka.



2. Mereka mengerti rencana Allah dan pelaksanaannya (ay. 25-28)



3. Mereka adalah orang yang siap untuk mati bagi Kristus (ay. 29-30)

Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.
-Kisah Para Rasul 4:31-

Oleh: Tyas Affandi

Pemberitaan Firman Dan Pembaharuan Komitmen

(2 Tim3:16-4:4)
Beberapa contoh tindakan liturgikal dalam ibadah jenjang ke-3&4 membawa setiap jemaat pada pemberitaan Firman dan pembaharuan komitmen. Bagian ini terletak di tengah ibadah dan pada umumnya bagian pemberitaan Firman dianggap sebagai bagian inti dari suatu ibadah. Jika kita berpikir demikian, maka kita cenderung akan mengabaikan tata urutan ibadah yang lain, dan menganggap pemberitaan Firman saja bagian yang penting. Padahal sebenarnya seluruh bagian/segmen ibadah dari awal hingga akhir adalah satu rangkaian yang akan memberkati kita. Penting sekali untuk kita tidak mengabaikan satupun urutan dari segmen ibadah yang ada.

Pemberitaan Firman adalah bagian dari tindakan liturgical dimana Firman Tuhan dikupas secara mendalam. Pesan dari sebuah Pujian dan penyembahan yang kita nyanyikan pada jenjang ibadah sebelumnya bermaksud untuk mengantarkan kita pada tema pemberitaan Firman ini. Ada berbagai macam motivasi seseorang dalam meresponi Firman. Diperlukan sikap hati yang tepat untuk membuka diri kita untuk diarahkan, dihibur, ditegur, dikuatkan serta dibentuk oleh Firman Tuhan. Berikut beberapa sikap yang salah dalam mendengar pemberitaan Firman Tuhan :

Tidak betah mendengar Firman Tuhan
Mencari ajaran yang memuaskan telinga
Memalingkan telinga dari kebenaran
Membuka telinga bagi dongeng
Apa manfaat dari Firman Tuhan bagi kita orang percaya (2 Tim3:16) :
Firman Tuhan mengajar kita
Firman Tuhan menyatakan kesalahan/dosa kita
Firman Tuhan memeperbaiki kelakuan/perbuatan kita
Firman Tuhan mendidik dan menuntun kita pada kebenaran

Sikap kita seharusnya setelah mendengar Firman Tuhan adalah melakukan/ berkomitmen. Komitmen berasal dari kata serapan dari bahasa Inggris, yaitu “Commitment” yang memiliki kata dasar “commit”, yang artinya melakukan. Tuhan Yesus menjelaskan dua macam dasar dari sikap seseorang yang bijaksana dan yang bodoh dalam mendengar perkataan-Nya (Mat 7:24-27). Jika kita ingin memiliki kehidupan yang kuat, kuncinya cukup 2 aspek, yaitu mendengar dan melakukan Firman Tuhan. Dalam ibadah Gereja kita, jenjang pemberitaan Firman selalu diikuti dengan jenjang pembaharuan komitmen. Ini merupakan serangkaian antara mendengar dan melakukan Firman. Bagaimana dengan kehidupan Anda, sudahkah Anda menjadi pendengar sajaatau menjadi pelaku Firman ?

Oleh : Tyas Affandi
⬆
Top