Slider[Style1]

Style2

Style5

Style4

Bahan Saat Teduh 5B | 20 Mei - 26 Jun 2011

Senin 20 Juni 2011
Selalu ada orang yang memperhatikan anda
Kis 16:23-30

B2
1. Apa yang dialami Paulus sebelum dimasukkan ke penjara ? (23)
2. Dimana Paulus diletakkan ? (24) Menurut anda apa tujuan kepala penjara meletakkan mereka disana ?
3. Apa yang dilakukan Paulus dan Silas disana ? (25a)
4. Apa yang dilakukan para tawanan ? (25b)
5. Apa yang terjadi kemudian dengan pintu dan belenggu semua tawanan ? (26)
6. Dimanakah para tawanan setelah semua belenggu mereka terlepas ? (28)
7. Bagaimana respon kepala penjara melihat semua kejadian itu ? (29-30)
Pengajaran
Saya suka sekali ayat 25 “….Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.”
Para tahanan rupanya sedang memperhatikan tindakan Paulus dan Silas. Kata ‘mendengarkan’ di ayat ini berarti mendengarkan dengan seksama, memperhatikan dengan sungguh-sungguh. Mereka memperhatikan saat Paulus dan Silas berdoa, saat mereka menyanyikan puji-pujian. Mereka memperhatikan mereka berdua yang baru saja didera luar biasa karena imannya. Ya, orang dunia selalu tertarik untuk memperhatikan tingkah laku orang Kristen yang berbeda dengan mereka.

Tindakan kepala penjara yang meletakkan keduanya di tengah-tengah gedung penjara sebenarnya adalah tindakan pengamanan, agar kedua tahanan penting ini tidak mudah kabur. Namun hal itu merupakan kesempatan emas bagi mereka untuk menyaksikan iman di tengah suasana suram di penjara Filipi. Di tempat yang paling tengah berarti menjadi pusat perhatian semua orang.

B3
1. Selalu ada orang yang memperhatikan anda. Apakah anda menyatakan Kristus dalam hidup anda, ataukah anda mempermalukan Kristus dalam tindakan anda – selalu ada orang yang diam-diam atau terang-terangan memperhatikan anda. Apa respon anda atas kebenaran ini ?

2. Jika anda ada di pusat perhatian dalam lingkungan kerja / komunitas social anda, dampak yang akan anda berikan lebih besar lagi. Sadarkah dimana anda berada hari ini, dan dampak yang anda berikan ke sekitar anda ?
3. Evaluasilah diri anda, apa yang kira-kira disimpulkan orang-orang di komunitas kerja / lingkungan sosial anda tentang anda.

B4
Teguhkan anggota keluarga anda yang sudah percaya, untuk selalu siap diawas-awasi dan diperhatikan oleh dunia yang tidak percaya.
SETIAP ANDA MEMBAWA SUATU DAMPAK DI KOMUNITAS ANDA.




Selasa 21 juni 2011
Membawa DAMPAK di tengah Komunitas (1)
Daniel 6:4-6, 22-23

B2
1. Bagaimana prestasi Daniel di tempat kerja ? (4)
2. Bagaimana karakter Daniel di tempat kerja ? (5-6)
3. Bagaimana loyalitas Daniel di tempat kerja ? (22-23)
Pengajaran
Dalam bukunya “Jendela 9 ke 5, Bagaimana Iman Dapat Mentransformasi Tempat Kerja”, Os Hillman menulis 4 kualitas seorang saksi agar memiliki dampak di tengah komunitas kerjanya. 3 kualitas akan dibahas hari ini.

1. Mutu pekerjaan yang tinggi : Daniel memiliki prestasi yang melebihi rekannya. Untuk memperoleh rasa hormat, pekerjaan kita haruslah baik karena kita melakukan pekerjaan seperti untuk Tuhan. (Kol 3:17). Tidak berarti bahwa melakukan pekerjaan yang berkualitas adalah cara yang paling utama untuk memenangkan orang lain bagi Kristus, tetapi jika pekerjaan kita bermutu rendah, maka hal ini akan mendiskualifikasikan kita dari kesempatan untuk menyatakan Kristus. Jadi berjalanlah satu mil lebih jauh, jika hal itu memang diperlukan. Berusahalah untuk melayani mereka yang berada di sekitar Anda. Lakukan pekerjaan Anda sebaik-baiknya.

2. Sebuah dasar etika dan integritas : Daniel demikian terpuji integritasnya, etikanya demikian tinggi sehingga diakui bahkan oleh musuh-musuhnya. Kurangnya integritas bukanlah suatu hal yang baru. Gehazi, asisten Elisa adalah salah satunya. Sungguh sulit membayangkan seorang yang bekerja dengan seorang nabi yang sangat diurapi dan memperoleh kesempatan untuk melihat dengan mata kepala sendiri kuasa Tuhan – dapat gagal dalam ujian etika. Tetapi Gehazi gagal. (baca 2 Raja-raja 5). Maka tetaplah jaga integritas anda, saat diawasi rekan dan terlebih saat tidak ada orang yang tampaknya memperhatikan anda.

3. Kasih dan pelayanan yang luar biasa : Daniel menunjukkan kasihnya kepada atasannya Darius. Jembatan relasi ini demikian kuat, sehingga raja demikian membela Daniel. Jika anda dapat memikat hati atasan / relasi anda, apapun yang anda katakan akan didengarnya – termasuk saat anda menceritakan tentang iman anda.

B3
1. Apa yang dapat anda perbaiki dalam meningkatkan prestasi anda ?
2. Apa yang dapat anda perbaiki dalam meningkatkan integritas anda ?
3. Apa yang dapat anda perbaiki dalam meningkatkan kasih dan pelayanan anda ?
B4
Sharingkan ketiga tekad anda di atas pada rekan komsel anda, dan minta mereka memberi masukan dan dukungannya.



Rabu 22 Juni 2011
Membawa DAMPAK di tengah Komunitas (2)
Daniel 2:16-17, 26-28

B2
1. Apa yang dilakukan Daniel ketika menghadap raja ? (26-28)
2. Apa yang dimiliki Daniel dalam usahanya menyatakan Allah di tengah komunitasnya ? (16-17)
Pengajaran

Os Hillman mengatakan ada empat kualitas yang menjadikan seseorang menjadi saksi yang memiliki dampak di tengah komunitas kerjanya. Namun ada satu kualitas lagi akan saya tambahkan, yang sangat penting untuk keberhasilan anda. Berikut ulasannya :

4. Menyatakan Kehadiran Allah : (Os Hillman menyebut sebagai “Adanya tanda-tanda dan mukjizat”). Setelah tiga kualitas yang kemarin dibahas, anda juga diwajibkan menyatakan kehadiran Allah di lingkungan / komunitas anda. Percuma anda menjadi terang, tanpa menyebutkan sumber terang dalam hidup anda. Bahwa prestasi, karakter, dan loyalitas anda itu berasal dari Allah. Bahwa keberhasilan anda berasal dari Allah. Bahwa Allah sanggup menyatakan kuasa-Nya di dunia hari ini.

5. Memiliki komunitas pendukung : Daniel membutuhkan dukungan komunitasnya. Doa sepakat membawa kuasa yang besar. Dua tiga orang berkumpul, maka Allah hadir. Memang Daniel yang berhadapan sendiri di istana raja, namun 3 orang rekannya memberi covering di belakang layar.

B3
1. Pikirkan hal yang dapat anda lakukan untuk menghadirkan Allah di dunia kerja / lingkungan sosial anda
2. Mintalah rekan komsel anda menjadi komunitas pendukung agar dampak anda atas lingkungan makin besar.
3. Berdoalah minta kepada Sang Kepala untuk mengutus anda di suatu lingkungan tempat anda akan menyatakan dampak Kerajaan Allah di sana.

B4
Sharingkan beban anda atas komunitas pada B3.3 kepada komsel anda. Mintalah mereka mendukung, mendoakan, dan mem-back up anda secara rohani. Ingatlah saat anda berada di komunitas itu, anda tengah mewakili rekan-2 komsel anda, anda tidak sendiri. Anda bersama Kristus dan komunitas anda.




Kamis 23 juni 2011
Dampak Kerajaan Allah dalam Lingkar Kehidupan Daniel
Daniel 1:3,16; 2:14,25; 4:1-3,8,37; 5:10-12

B2
1. Siapakah pribadi dalam Daniel 1:3,16 yang mengalami dampak ilahi dari hidup Daniel ?
2. Siapakah pribadi dalam Daniel 2:14,25 yang mengalami dampak ilahi dari hidup Daniel ?
3. Siapakah pribadi dalam Daniel 4:1-3,8,37 yang mengalami dampak ilahi dari hidup Daniel ?
4. Siapakah pribadi dalam Daniel 5:10-12 yang mengalami dampak ilahi dari hidup Daniel ?

Pengajaran
Daniel memang luar biasa. Sedikitnya ia telah mengesankan 4 pribadi dan membawa dampak perubahan sikap bahkan kehidupan mereka.

Yang pertama adalah Aspenas kepala penjenang istana, yang membuktikan pemeliharaan Allah atas Daniel dll. Kepercayaan Aspenas pada Allah Daniel membuat ia melanggar kepercayaan raja atasnya untuk memberi makanan istana kepada para siswa didiknya.
Yang kedua adalah Ariokh, kepala pasukan yang diperintahkan Nebukadnezar untuk membunuh para kasdim. Hubungan Daniel demikian dekat, dan ia memperoleh respek dari Ariokh sehingga Ariokh bukannya membunuh Daniel malahan bersedia menghadap raja kembali untuk mempertemukan Daniel.

Pribadi ketiga adalah sang raja sendiri. Nebukadnezar demikian takluk hatinya kepada Allah Daniel, karena pengaruh Daniel ini. Ia membuat sebuah surat edaran yang mensharingkan tindakan Allah Daniel, dan menyebut Daniel dengan demikian hormat.
Yang ke empat adalah permaisuri raja Belsyazar. Ia telah mendengar nama Daniel dan melihat sikapnya kemungkinan ia juga pernah menerima pengajaran Daniel.
Dimanapun Daniel ditempatkan, ia selalu memberi dampak Kerajaan Allah atas komunitasnya. Masih ada raja Darius yang belum disebut, juga para musuh-musuh politik Daniel, dan para pembesar serta rakyat yang sedikit banyak mengenal dia.

B3
1. Siapakah orang yang bisa anda pengaruhi di lingkungan anda ? Doakan satu orang saja, dan harapkan anda bisa membawa dampak Kerajaan Allah atas kehidupannya
2. Bangunlah respek pribadi melalui 5 hal yang telah disebut dalam 5B yang lalu. Dan berdoalah agar ada kesempatan pribadi ini membutuhkan Allah yang benar dan yang hidup.

B4
Sharingkan nama pribadi yang akan anda pengaruhi kepada komsel anda, dan laporkan setiap perkembangan yang terjadi.





Jumat 24 juni 2011
Langkah praktris membangun KODAM
Kisah Para Rasul 18:2-3

B2
1. Apakah pekerjaan sampingan Paulus ? (3)
2. Apakah pekerjaan utama Akwila ? (3

Pengajaran & Kesaksian
Paulus adalalah pribadi yang membangun dampak di tengah komunitas. Ia membangun KODAM (membangun KOM-unitas dari DAM-pak kehidupan pribadi) dalam lingkungan kerjanya. Sementara bekerja bersama Akwila, Paulus menyatakan Kristus kepadanya sehingga Akwila percaya dan menjadi rekan pelayanan Paulus selama 18 bulan ke depan di Korintus (18:11) bahkan kemudian ikut mendampingi perjalan misi Paulus (18:18)
Berikut kesaksian seorang pekerja atas rekan kerja yang baru dikenlanya : Paul. Dengan rambut memutih di usia kepala enam, dia mendapat kepercayaan menjadi penanggung jawab program pembangunan di sebuah institusi. Dalam acara rapat bersama pimpinan tertinggi, ketika namanya disebutkan sebagai penanggung jawab dan pengawas, banyak kepala dari peserta yang hadir mengangguk dan menyiratkan wajah yang optimis, menandai bahwa memang dia adalah orang yang tepat. Tutur katanya sederhana, bicaranya pelan, tenang dan kebapakan.

Kepada rekan kerjanya, ia selalu memberi sapaan selamat pagi, apa kabar hari ini. Saat beristirahat ia gampang berbagi cerita mulai dari masalah kerja hingga masalah iman kepercayaan yang dimiliki hidupnya. Dan ada hal hal yang selalu diingatkannya di sela sela kesibukan kerja kami, tanpa bermaksud menggurui, ditanyakannya: sudahkah mengawali hari ini dengan doa… sudahkah berbagi kasih hari ini.. sudahkah melayani dengan baik hari ini… sudah memberi semangat yang positif hari ini. Dipinjamkannya pula buku-buku rohani, cassette-CD rohani, dan sambil sedikit menceritakan isi bacaan tersebut, dia akan mengatakan, “Bawa dulu… bila ada kesempatan jangan lupa dibaca ya….” Ada sesuatu yang berkobar, yang terpancar setiap kali saya hadir bersamannya, “apa gerangan yang telah orang tua ini lakukan, yang membuat dia jadi begitu kelihatan berbeda, sehingga orang mengenalnya dan memiliki kepercayaan padanya.” Paul telah membawa kehadiran Kristus di lingkungan kerja kami.

B3
1. Apa yang dapat anda pelajari dari tindakan Paulus dan kesaksian seorang Paul ?
2. Buatlah tindakan pribadi untuk menguatkan kehadiran Kristus di komunitas anda :
a. Mulai pekerjaan dengan doa dan membaca Alkitab (merenungkannya di rumah, anda sekedar mengulang bacaan atau ayat hafalan saja)
b. Menyenandungkan lagu-lagu kristiani
c. Mengajak rekan dalam percakapan rohani sewaktu istirahat kerja
d. Mendoakan satu dua rekan yang dalam persoalan, memberi nasehat berdasar Firman
e. Memberi kesaksian hidup pribadi

B4
Sharingkan setiap perkembangan yang terjadi dengan komunitas pendukung (komsel) anda.





Sabtu 25 juni 2011
Sang ikan akan meloncat sendiri ke perahu
Matius 5:13-14

B2
1. Siapakah kita menurut Mat 5:13 ?
2. Siapakah kita menurut Mat 5:14 ?

Pengajaran dan kesaksian
Salt works bu penetration, Light works by separation. Garam bekerja dengan cara mempengaruhi, terang bekerja dengan cara menyibakkan kegelapan. Kita bisa mempengaruhi dengan cara mempengaruhi lingkungan dengan gaya hidup kita, atau dengan menempelak gaya hidup duniawi.

Berikut adalah sebuah kesaksian transf tentang perubahan atau transformasi di dunia kerja, yang diceritakan oleh Ed Silvoso dalam bukunya “Anointed for Business.” Seorang bisnisman di Filipina memiliki sebuah jaringan hotel. Tuhan menangkap pria itu, dan dia di selamatkan. Pria ini memiliki sebuah hotel dengan 1600 kamar dengan tiga bangunan. Hotel itu menjadi tempat mangkalnya prostitusi, dimana 2000 pegawai yang bekerja di hotel itu seringkali menjadi penghubung bagi para pria hidung belang dengan wanita tuna susila. Saat itu diperkirakan ada lebih dari 3000 wanita tuna susila.

Suatu hari salah seorang teman Ed Silvoso membagikan kiat untuk memenangkan mereka yang tersesat. Jadi pria pemilik hotel ini melakukannya, dia pergi untuk mempekerjakan 40 orang pendeta di hotelnya dan meminta mereka untuk melakukan tiga perintahnya:

1. Berbincanglah dengan para “srigala.” Berkati mereka yang mengutuk Anda.
2. Makan dan minumlah dengan orang berdosa. Jadilah teman mereka.
3. Doakanlah mereka dan kebutuhan mereka.

Para pendeta itu taat pada perintah itu. Mereka tidak pernah memberitakan Injil, hingga ketiga perintah tersebut dilakukan selama dua tahun. Hasil akhir atas tindakan ini adalah, 2000 pegawainya bertobat, dan hotel itu naik peringkat menjadi level eksekutif sehingga para prostitusi menyingkir karena harganya yang mahal. Menara doa 24/7 di buat di gedung itu, dan mereka yang butuh dukungan doa cukup menekan angka 7 di telephone hotel. Dua tahun setelah itu, 10.000 tamu menerima Yesus sebagai Tuhan di hotel tersebut.

Bagaimana Tuhan bisa membawa perubahan atas sebuah tempat kerja ? Sangat sederhana, Mulailah buka pembicaraan dengan teman dan klien Anda. Kemudian jadilah teman mereka. Langkah terakhir sebelum Anda bisa memberitakan Injil kepada mereka, mintalah ijin untuk berdoa bagi kebutuhan orang itu. Percaya atau tidak, cepat atau lambat pasti Roh Kudus akan menjamah hati orang-orang tersebut.

B3
1. Apa yang dapat lakukan di tengah lingkungan anda dengan prinsip garam ?
2. Apa yang dapat lakukan di tengah lingkungan anda dengan prinsip terang ?
B4
Mintalah rekan komsel anda menceritakan perkembangan KODAM yang dia bangun. Doakan dan berikan nasehat dan dukungan anda.




Minggu 26 juni 2011
Transformasi Dunida melalui Jemaat Awam
Efesus 1:23

B2
1. Siapakah jemaat itu ? (a)
2. Jemaat merupakan kepenuhan siapakah ? (b)
3. Apa rancana Allah melalui jemaat-Nya ? (c)

Pengajaran
Berikut 10 perubahan paradigma agar Gereja bisa memfasilitasi jemaat membangun KODAM :
1) From building walls to building bridges. Jangan bangun tembok, bangunlah jembatan.
2) From measuring attendance to measuring impact. Jangan ukur jumlah jemaat, ukurlah dampak atas lingkungan
3) From encouraging the saints to attend the service to equipping the saints for works of service. Jangan dorong jemaat untuk datang ibadah, namun untuk datang pembinaan bagi dunia kerja.
4) From “serve us” to service—from inward to outward focus. Jangan ajar jemaat berfokus untuk minta dilayani, namun siap melayani.
5) From duplication of human services and ministries to partnering with existing services and ministries. Jangan cuma meniru pelayanan yang sudah ada, melainkan bangunlah kerjasama dengan pelayanan mereka.
6) From fellowship to functional unity. Jangan sekedar bangun persekutuan (keakraban), bangunlah kelompok kerja yang fungsional.
7) From condemning the city to blessing the city and praying for it. Jangan kutuki kota / kantor / tempat tinggal, melainkan berkati dan doakanlah.
8) From being a minister in a congregation to being a minister in a parish. Utamakan taati permintaan pemimpin jemaat daripada permintaan jemaat.
9) From anecdote and speculation to valid information. Jangan puas mendengar sindiran dan spekulasi tentang lingkungan anda, carilah informasi yang tepat.
10) From teacher to learner. Jangan cuma jadi pengajar, teruslah belajar.

B3
1. Apakah anda sudah memiliki visi “menjadi jemaat yang memenuhi semua dan segala sesuatu” ?
2. Hal apa yang perlu anda perbaiki terkait dengan 10 perubahan paradigma “jemaat yang memberi dampak” tersebut ?

B4
Sharingkan arti kutipan-kutipan berikut ini :
• Imagine hundreds of small groups initiated by your church popping up all over your city. Not in homes but in an area that God wants for Himself---the workplace!
• "I believe one of the next great moves of God is going to be through the believers in the workplace". Dr. Billy Graham
• "I've never seen the activity of God this deeply in the business community as I do right now." – Henry Blackaby
• "Workplace ministry will be one of the core future innovations in church ministry." George Barna, Boiling Point, Regal Publishing
• St. Francis Assisi once said, “Preach the gospel always, and when necessary, use words.” You are a witness always whether you choose to be or not.







Bahan Saat Teduh 5B | 13 Mei - 19 Jun 2011

ROH KUDUS DAN PENGINJILAN


Senin, 13 Juni 2011
“SIAPA ROH KUDUS?”
Yohanes 14:15-17

B2
Apa saja pekerjaan dan sebutan untuk Roh Kudus menurut nats ini?

PENGAJARAN
Sewaktu Tuhan Yesus masih di bumi, Dia berjanji akan mengirimkan Roh Kudus bagi umat-Nya. Ada dua kebenaran penting tentang Roh Kudus dari perkataan Tuhan Yesus. Pertama, sangat jelas bahwa Tuhan Yesus menggambarkan Roh Kudus sebagai Pribadi. Perhatikan bagaimana Dia menjelaskan Roh Kudus dalam ayat 17. Tuhan Yesus memakai kata sandang yang biasa dipergunakan untuk pribadi yaitu “Dia”. Roh Kudus bukanlah sekedar kuasa atau daya ilahi seperti yang dipercaya oleh bidat Saksi Yehova. Roh Kudus adalah Pribadi yang memiliki pikiran (Roma 8:27), perasaan (Efesus 4:10), dan kehendak (1 Korintus 12:11).


Kedua, Roh Kudus bukan pribadi biasa melainkan Allah sendiri! Dalam ayat 16, frase bahasa Yunani untuk frase “Penolong yang lain” dapat diterjemahkan juga sebagai “Penolong lain yang setara”. Artinya, Tuhan Yesus sendiri mengakui bahwa Roh Kudus setara dengan Dia. Roh Kudus adalah Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal. Secara esensi, Roh Kudus tidaklah lebih rendah dari Allah Bapa atau Allah Anak.

B3
Bacalah buku-buku yang bermutu tentang Roh Kudus seperti tulisan Billy Graham (diterbitkan oleh Lembaga Literatur Baptis) atau tulisan Pdt. Stephen Tong (diterbitkan oleh Penerbit Momentum)!

***

Selasa, 14 Juni 2011
“ROH KUDUS MEMULIAKAN KRISTUS!”
Yohanes 15:18-27

B2
Apa maksudnya ayat 26 bahwa Roh Kudus akan bersaksi tentang Kristus?

PENGAJARAN
Tugas utama dari Roh Kudus adalah memimpin manusia berdosa kepada Kristus. Roh Kudus tidak pernah meninggikan diri-Nya sendiri. Dia selalu menunjuk pada Tuhan Yesus. Itu sebabnya, dalam Roma 8:9, Roh Kudus disebut juga sebagai Roh Kristus karena memang tugas-Nya adalah mengarahkan kita pada Kristus. Seperti Pemandu yang baik, Roh Kudus selalu mengantarkan kita untuk mengenal dan menerima Kristus.

Akhir-akhir ini, ada gereja-gereja yang menekankan Roh Kudus sedemikian rupa sampai Roh Kudus menjadi bintang utamanya. Sedangkan, Tuhan Yesus terpinggirkan. Mereka lebih mengejar manifestasi, pengalaman spektakuler, dan karunia-karunia Roh lebih daripada pengenalan akan Tuhan Yesus. Tentu saja, penekanan yang terlalu berlebihan seperti ini tidak sejalan dengan pengajaran Alkitab.

B3
Periksalah pandanganmu tentang Roh Kudus melalui kebenaran hari ini!

***

Rabu, 15 Juni 2011
“ROH KUDUS ADALAH ROH KEBENARAN”
Yohanes 16:12-15

B2
Apa hubungan Roh Kudus dan kebenaran Firman Tuhan?

PENGAJARAN
Kita sering mendengar orang-orang tertentu mengklaim bahwa mereka mendapatkan pesan, wahyu, atau visi dari Roh Kudus tentang sesuatu. Bagaimana kita menilai bahwa apa yang mereka sampaikan sungguh-sungguh berasal dari Roh Kudus? Cara pengujian yang utama adalah apakah pesan, wahyu, atau visi tersebut selaras dengan kebenaran Firman Tuhan! Jika bertentangan atau tidak didukung oleh kebenaran Firman maka kita harus dengan tegas menyatakannya sebagai kebohongan atau kesesatan.

Karya Roh Kudus pasti tidak bertentangan dengan Firman Tuhan. Roh Kuduslah yang menginspirasikan para penulis Alkitab dan memberikannya bagi kita (1 Timotius 3:16, 2 Petrus 1:20-21, 2 Samuel 23:2). Karenanya, Roh Kudus tidak mungkin berkontradiksi dengan Firman-Nya sendiri dalam Alkitab. Bahkan, karya Roh Kudus bukan saja tidak bertentangan melainkan Dia juga menuntun kita untuk mengerti seluruh kebenaran Firman Tuhan. Seseorang yang mengaku dipimpin Roh Kudus haruslah seorang pecinta Firman Tuhan juga!

B3
Mulai sekarang, belajarlah menjadi anak Tuhan yang rajin menguji apapun “pesan rohani” dari orang lain. Jangan menjadi anak Tuhan yang naif; yang mudah diombang-ambingkan oleh rupa-rupa pengajaran yang tidak bertanggung jawab (Efesus 4:14)!

***

Kamis, 16 Juni 2001
“KUNCI MENJADI BERANI DALAM PENGINJILAN”
Kisah Para Rasul 4:23-31

B2
Menurut ayat 31, apa yang terjadi setelah seseorang dipenuhi oleh Roh Kudus?

PENGAJARAN
Penginjilan adalah pekerjaan yang berisiko. Apalagi, kita hidup di dalam masyarakat yang mayoritasnya tidak percaya pada Tuhan Yesus. Kita dapat mengalami penolakan, penghinaan, pengucilan, dan bahkan penganiayaan. Itu sebabnya, ketakutan kita untuk menginjili adalah sesuatu yang wajar. Namun, ketakutan tersebut haruslah diatasi. Jika tidak, maka kita untuk selamanya tidak akan pernah memulai dan menuntaskan panggilan penginjilan yang sudah diberikan Allah kepada kita.

Satu-satunya cara terbaik untuk memperoleh keberanian adalah dengan mengundang dan bersandar penuh pada Roh Kudus. Itulah yang dilakukan oleh para murid Tuhan. Setelah menyaksikan bagaimana Petrus dan Yohanes ditangkap dan diadili, mereka pun menjadi ciut hati untuk bersaksi bagi nama Tuhan. Namun, mereka tidak membiarkan rasa takut melumpuhkan mereka. Sebaliknya, mereka berdoa dengan sungguh untuk memohon kekuatan dari Roh Kudus. Ketika Roh Kudus menjawab doa mereka dengan memenuhi hati mereka maka mereka pun menjadi penginjil-penginjil yang penuh keberanian!

B3
Apakah saat ini Saudara sedang dilanda rasa takut dan kuatir akan risiko yang mungkin timbul bila Saudara menginjili orang lain? Berdoalah dengan sungguh kepada Roh Kudus untuk menerbitkan hati yang berani dan bijaksana! Mintalah teman komselmu untuk mendoakanmu juga.

***

Jumat, 17 Juni 2011
“TUNAIKAN TUGAS, BERAPAPUN ONGKOSNYA!”
Kisah Para Rasul 20:22-24

B2
Apa yang kita bisa pelajari dari sikap hati Rasul Paulus dalam nats ini? Apa artinya “tawanan Roh” pada ayat 22?

PENGAJARAN
Kemarin, kita sudah diingatkan bahwa tugas penginjilan bukanlah tugas yang mudah dan bebas bahaya. Sebaliknya, tugas penginjilan adalah tugas yang menuntut pengorbanan kita. Sebagai seorang Penginjil besar, Rasul Paulus pun menyadari hal ini. Di setiap kota yang dilayaninya, ia harus berhadapan dengan “penjara dan sengsara” (ayat 23). Bahkan menurut catatan sejarah, Paulus kelak mati syahid dengan cara dipancung kepalanya karena misi penginjilannya.

Namun, Rasul Paulus tidak mempedulikan kenyamanan dan keamanan dirinya. Ia menganggap dirinya sebagai “tawanan Roh” yang artinya ia hanya bisa mengikuti apa yang menjadi kehendak dan rencana Roh Kudus dalam hidupnya. Ia menyerahkan seluruh hak untuk mengatur hidupnya kepada Tuhan. Kalaupun rencana Roh Kudus termasuk mati demi Injil, ia siap dan rela memberikan nyawanya. Sungguh sebuah sikap hati yang agung dari seorang Penginjil yang besar.

B3
Apakah Saudara sudah sepenuhnya menjadi “tawanan Roh” dalam tugas penginjilan?

***

Sabtu, 18 Juni 2011
“UMAT PILIHAN DAN PENGINJILAN”
Roma 8:28-30

B2
Siapakah mereka yang disebutkan dalam ayat 28? Jelaskan jawaban Saudara dengan berdasarkan ayat 28-30.

PENGAJARAN
Dalam kekekalan, Allah telah menetapkan sesuai dengan kedaulatan dan kebijaksanaan-Nya akan siapa saja yang diselamatkan-Nya. Penetapan Allah ini bahkan sudah dilakukan-Nya jauh sebelum dunia diciptakan-Nya (Efesus 1:4). Doktrin yang mengajarkan bahwa Allah sudah memilih umat-Nya sejak semula, bahkan sebelum mereka percaya pada Tuhan Yesus, disebut doktrin Predestinasi. Kata “Predestinasi” berasal dari dua kata bahasa Inggris yaitu “pre” dan “destiny”. Secara harfiah, artinya adalah nasib akhir yang telah ditentukan sebelumnya.

Ada orang yang berkata bahwa doktrin Predestinasi melemahkan penginjilan. Argumentasinya adalah jika memang sudah ada umat pilihan Allah, kita tidak perlu menginjili karena mereka pasti diselamatkan-Nya. Tentu saja, ini argumentasi yang sangat lemah dan dibuat-buat. Justru mestinya jika kita percaya doktrin Predestinasi maka kita akan bersemangat untuk menginjili. Seperti seorang petambang, ketika ia mengetahui bahwa di sebuah bukit terkandung batu-batu berharga maka ia pasti rajin menggali dan mencarinya. Jika kita sadar bahwa di antara orang-orang yang kita injili terdapat umat pilihan Allah maka kita pun akan semakin giat menginjili.

B3
Jelaskan kembali dengan kata-katamu sendiri bagaimana doktrin Predestinasi justru akan mendorong kita untuk menginjili?

***

Minggu, 19 Juni 2011
“KEDAULATAN ALLAH DAN PENGINJILAN”
Kisah Para Rasul 1:8; 8:1; 28:30-31

B2
Bagaimana Allah secara luar biasa membelokkan dan mengarahkan semua peristiwa yang tampak tidak baik untuk menggenapi rencana-Nya seperti dalam rangkaian ayat-ayat tersebut?

PENGAJARAN
Dalam Kisah Para Rasul 1:8, Tuhan Yesus berjanji bahwa Roh Kudus akan menjadikan murid-murid-Nya sebagai saksi di Yerusalem, Yudea, Samaria, dan sampai ke ujung bumi. Dan kita melihat betapa janji-Nya ini digenapi dalam seluruh cerita yang ditulis oleh kitab Kisah Para Rasul. Dalam Kisah Para Rasul 8:1, Injil tersebar ke seluruh Yudea dan Samaria. Perhatikan bahwa penyebaran Injil ini justru terjadi karena timbulnya penganiayaan hebat di Yerusalem. Allah di dalam kedaulatan-Nya yang luar biasa dapat memakai peristiwa tidak menyenangkan seperti penganiayaan untuk mencapai maksud dan tujuan-Nya sendiri!

Lantas, bagaimana dengan “ujung bumi”? Kapankah Injil diberitakan di “ujung bumi” dalam kitab ini? Saya setuju dengan seorang penafsir yang mengatakan bahwa “ujung bumi” dalam kitab ini disimbolkan oleh kota Roma karena kota ini adalah ibukota dari kerajaan terbesar di luar Israel saat itu yaitu kerajaan Romawi. Kitab ini diakhiri dengan kisah Rasul Paulus yang memberitakan tentang Kerajaan Allah di kota Roma. Sekarang, kita dapat melihat sebuah benang merah yang sangat mengagumkan. Allah benar-benar menggenapi janji-Nya untuk menyebarkan Injil-Nya sampai ke “ujung bumi”.

B3
Peganglah dalam hatimu bahwa walaupun seringkali penginjilan kita tampak gagal atau tidak sesuai rencana kita, Allah tetap sanggup mengarahkannya untuk maksud-Nya! Janganlah kecil hati atau kehilangan pengharapan!

Top