Slider[Style1]

Style2

Style5

Style4

Bahan Saat Teduh 5B | 14 Jan - 20 Jan 2013

Senin, 14 Januari 2013
Seperti Rusa Yang Haus (1)
Mazmur 42:1-2

B2
Digambarkan seperti apakah seorang yang merindukan Allah?Mengapa?

Pengajaran
Dalam geografi Perjanjian Lama memang ada sungai yang tidak berair. Rusa-rusa Palestina kadang kala menemukan batang sungai yang kering pada musim kemarau.Jika hal ini terjadi, rusa-rusa biasanya menyusuri dan mendaki aliran sungai sampai menemukan mata air yang masih memiliki aliran air yang tipis untuk memuaskan dahaga mereka.Namun, tidak jarang ditemukan rusa yang tergeletak mati di tengah batang sungai karena benar-benar tidak menemukan air.
Demikianlah pemazmur bani Korah menggambarkan kerinduannya akan Tuhan. Kerinduan yang dimilikinya adalah kerinduan jiwa yang haus kepada Allah yang hidup. Kehausan yang tidak dapat digantikan dengan apa pun kecuali bertemu dengan Allah secara langsung. Tuhan senang mendapati hati yang merindukan-Nya dengan hasrat.
Blaise Pascal mengatakan bahwa dalam hati manusia ada ruang kosong yang akan selalu terasa kosong sampai ruang itu terisi dengan kehadiran Tuhan. Selama ruang itu masih kosong, manusia akan selalu berusaha mengisinya dengan berbagai hal; seperti kekayaan, kenikmatan, dan ketenaran. Namun, hal-hal semacam ini tidak akan pernah dapat mengisi kekosongan tersebut. Jiwa manusia tanpa Tuhan adalah seperti rusa yang mati di tengah batang sungai yang tidak berair. Jiwa yang kosong akan terus mencari dan mencari, sampai akhirnya kekosongan itu dipuaskan oleh Tuhan. Sebab, Dialah asal dan tujuan dari jiwa manusia
B3
Periksalah, apakah saat ini Anda memiliki kerinduan akan Allah sedemikian? Hal apa yang lebih sering Anda rindukan dibandingkan Allah? Dari renungan hari ini, temukan, apa akibatnya jika Anda membiarkan keadaan ini berlangsung terus? Perubahan apa yang harus Anda lakukan?


Selasa, 15 Januari 2013
Seperti Rusa Yang Haus (2)
Mazmur 42:1-2

B2
Keadaan sepertiapa saja yang dapat Anda bayangkan tentang seekor rusa ketika merindukan sungai yang berair?

Pengajaran
Besar kemungkinan, saat itu pemazmur dan orang-orang  Israel lainnya menjadi tawanan kerajaan Babel dan hidup dalam pembuangan di sana.  Bila demikian, kita bisa membayangkan bahwa perlakuan yang tidak manusiawi, seperti kerja paksa, makian, dan cemoohan menjadi bagian hidup sehari-hari mereka.Jiwa mereka tertekan. Kebanggaan bahwa mereka pernah menjadi bangsa yang besar, umat kesayangan Allah, hanya  menjadi kenangan. Bertahun-tahun mereka hidup menderita.Berulang-ulang mereka berseru kepada Allah, memohon kemurahan-Nya, tetapi Allah tak menjawab seolah Dia tak lagi hadir dalam kehidupan umat-Nya.

Kerinduan untuk bertemu dengan Allah melanda hati umat Allah dan kerinduan ini diwakili oleh sang pemazmur dalam ungkapannya, “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah”(ayat 2). Tentu saja, rusa yang digambarkan pemazmur ini jauh berbeda dengan bayangan kita.Seekor rusa dalam benak pemazmur adalah seekor rusa yang berada di sebuah hutan yang kering kerontang terbakar kemarau panjang.Tak ada lagi daun yang hijau, tak ada lagi kupu-kupu yang terbang, tak ada lagi burung-burung yang berkicauan, dan tak ada lagi rumput yang hijau, selain petak-petak tanah kering dan retak-retak.Rusa itu berjalan dengan gontai sambil menyeret tubuhnya.  Pandangan matanya sayu penuh kekecewaan; perasaannya tertekan dan gelisah. Telah berhari-berhari ia berjuang menahan haus. Kekeringan menyengat tenggorokan dan seluruh jaringan tubuhnya. Tidak ada kebutuhan lain yang ada di dalam dirinya, kecuali menemukan sungai yang berair. Ia sadar, tanpa air, hidupnya akan berakhir.  Itulah pelukisan jiwa yang dilanda kerinduan untuk bertemu dengan Allah.

B3
Situasi hidup seperti apakah yang Anda hadapi saat ini? Periksalah, di tengah-tengah masa sukar ini, seberapa  besar usaha Andauntuk mencari hadirat Allah dibandingkan melakukan hal yang lain? Ambillah waktu  berhenti sejenak dari kesibukan, tenangkan hati, nyanyikan satu pujian penyembahan, fokuskan hati dan pikiran hanya untuk menyembah Dia! Lakukan minimal 5 menit, dan kemudian lanjutkan dengan pembacaan Firman Tuhan. Latihlah setiap hari dengan menambah waktu lebih banyak!


Rabu, 16 Januari  2013
Seberapa Butuh Tuhan?
Mazmur 42:2 

B2
Seberapa besar pemazmur merindukan Tuhan?

Pengajaran
Seberapa kita membutuhkan Dia?Mengapa?Ini pertanyan prinsip yang sangat menentukan mutu atau kualitas relasi kita dengan Tuhan.Betapa kuatnya “rasa butuh” pemazmur terhadap Tuhan digambarkan seperti rusa merindukan sungai yang berair.  Dalam teks Ibrani, kata “sungai” dalam ayat ini  berarti “aliran air”. Bukan sungai mati, tetapi sungai yang mengalir.Ini menunjukkan rusa membutuhkan air secara berlimpah dan berkesinambungan.Baginya sungai itu adalah kehidupannya.Aliran air tersebut bukan sekedar hobi, alat penunjang dan pelengkap hidup tetapi kehidupan itu sendiri.Ia tidak dapat hidup tanpa aliran sungai tersebut.

Bahwa tidak ada yang kita perlukan dalam hidup ini seperti kita memerlukan Tuhan.Seringkali kita berpikir, kalau sudah datang ke gereja berarti sudah memenuhi panggilan bersekutu dengan Tuhan. Kita harus memeriksa diri dengan jujur : “Kita butuh Tuhan karena Tuhan sendiri, atau karena suatu kebutuhan”?  Kalau kita butuh Tuhan karena didesak persoalan hidup duniawi atau suatu kebutuhan maka kita telah menjadikan Tuhan alat atau sarana semata-mata,bukan tujuan.

Dia adalah kehidupan itu sendiri.Kita tidak memiliki kehidupan tanpa Tuhan atau hidup ini bukanlah sebuah kehidupan bila tanpaTuhan.Tuhan lebih penting dari nafas kita.Dia lebih berharga dari jantung kita.Kita membutuhkan Dia lebih dari kita membutuhkan darah. Apalagi harta dalam bentuk uang dan fasilitas yang lain. Bagi yang belum menikah, jodoh bukan jawaban yang utama.Bagi yang belum punya anak, keturunan bukanlah jawaban kebutuhan kita.Bagi yang dalam problem ekonomi, uang bukanlah jawaban.Bagi yang dalam persoalan rumah tangga, Tuhanlah jawabannya.Bagi yang sakit Tuhanlah jawabannya.Memiliki Tuhan berarti memiliki kehidupan.Cukuplah hidup ini kalau kita memiliki Tuhan dan bersekutu dengan-Nya.Inilah yang menciptakan keintiman hubungan yang luar biasa dengan Tuhan.

B3
Periksalah, seberapa Anda intim dengan Tuhan?Seberapa teratur Anda menyediakan waktu untuk bersekutu denganNya setiap hari?Hal-hal apakah yang sering mnejadi penghalang? Ambillah komitmen untuk mengutamakan waktu bersekutu dengan Tuhan, kalau perlu bangun lebih awal dari biasanya! Ingatlah, bahwa Tuhan juga merindukan Anda dan setiap pagi Ia menantikan Anda!


Kamis, 17 Januari 2013
Kebutuhan Yang Mendesak
Mazmur 42:3

B2
Siapakah Allah yang dirindukan oleh pemazmur?Apa makna pertanyaan pemazmur?

Pengajaran
Perkataan “Allah yang hidup” melukiskan bahwa Allah adalah Pribadi yang hidup, yang berbeda dengan dewa-dewa Babel yang mati, dan juga menyatakan bahwa Allah adalah sumber kehidupan dari segala sesuatu di mana jiwa pemazmur sendiri bergantung kepada-Nya. Tanpa Allah, ia akan binasa.

Di tengah-tengah keadaan seperti itu ia bertanya, “Bilakah aku boleh datang melihat Allah?”  Ini merupakan suatu pertanyaan yang lahir karena kebutuhan yang sangat besar dan mendesak.“Bilakah” atau “Kapankah” menunjukkan bahwa kehausan pemazmur sudah berlangsung demikian lama dan permohonannya telah diajukan berulang-ulang.Namun, respon dari Allah tak pernah ada.Jika kita setuju bahwa konteks sejarah Mazmur ini adalah masa pembuangan di Babel, pemazmur pasti menyadari siapakah dirinya dan siapakah Allahnya.  Dirinya adalah orang berdosa dan hukuman; sedangkan, Allah adalah Pribadi yang kudus dan berdaulat. Bila Allah tidak berkenan ditemui, tidak seorang pun yang dapat berjumpa dengan-Nya. Oleh sebab itu, pemazmur mengharapkan belas kasihan seperti seorang pengemis yang mengharapkan sedekah dari seorang tuan yang kaya raya: “Bilakah aku boleh melihat Allah?”

Sekarang Israel, yang diwakili oleh diri pemazmur, baru bisa menghargai apa artinya bersekutu dengan Tuhan itu. Dulu mereka mengabaikan Allah, tidak menaruh perhatian pada kehadiran-Nya, firman-Nya, teguran-Nya, dan kasih-Nya.Sekarang Israel tiba pada pemahaman bahwa bersekutu dengan Tuhan itu merupakan suatu anugerah. Mereka tidak mempunyai hak apapun  untuk memaksa Allah meresponi mereka.

B3
Periksalah, seberapa Anda menaruh perhatian kepada kehadiran Allah, firman-Nya, teguran dan kasih-Nya?Hal apakah yang selama ini membuat Anda mengabaikan persekutuan Anda dengan Allah?Bagaimana kebenaran hari ini mengubah Anda?


Jumat, 18 Januari 2013
Ditinggalkan Tetapi Tidak Pernah Sendirian
Mazmur 42:4
                           
B2
Mengapa pemazmur menangis siang dan malam?

Pengajaran
Di dalam pembuangan, menerima perlakuan yang tidak enak sudah menjadi hal yang umum, mungkin juga, termasuk tekanan untuk menyembah dewa-dewa orang-orang Babel.Ketika pemazmur berusaha mempertahankan imannya, mereka mencemoohnya, “Di mana Allahmu?”Cemoohan itu menghancurkan hatinya. Bagai anak ayam kehilangan induknya, ia tidak punya tempat untuk berlindung. Karenanya, ia berkata, “Air mataku menjadi makananku siang dan malam.” Sepanjang hari ia berduka, dirundung kesedihan.

Daud juga pernah merasakan kehilangan Allah dalam hidupnya, sampai-sampai ia meratap kepada Allah, “Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair” (Mzm. 63:2). Di tengah-tengah kesusahannya, Ayub pun pernah tidak dapat melihat kehadiran Allah. Dalam dukacitanya ia mengeluh, “Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia; di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia” (Ayb. 23:8-9). Bahkan, Yesus Kritus mengalami absennya Allah justru saat Ia sekarat di salib, saat Ia paling membutuhkan penyertaan dan penghiburan-Nya. Di sanalah Ia menjerit, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Mat. 15:34).
           
Wajar bila kita pernah merasa kecewa kepada Allah; kita merasa ditinggalkan dan diabaikan oleh Tuhan.Juga wajar bila kita mengeluh dan meratap, mengekspresikan secara verbal perasaan kecewa kita kepada-Nya seperti yang dilakukan oleh pemazmur ini.Kita percaya Allah dapat memahami sepenuhnya kekecewaan, kesakitan, kesedihan, ataupun ketakutan yang kita rasakan.Dia bukan Allah yang mudah tersinggung dan pemarah. Namun, jangan cuma berhenti sebatas meratap, iman kita akan terpuruk,  tetapi majulah sambil berharap. Inilah yang dilakukan oleh pemazmur.

B3
Periksalah, pada saat-saat kapan Anda merasa ditinggalkan sendirian? Anda boleh mencurahkan isi hati Anda kepada Allah, Ia pasti menyediakan telinga-Nya mendengarkan Anda. Rasakan kasih-Nya yang membalut hati kita! Hanya jangan kehilangan iman dan pengharapan Anda terhadap Dia!


Sabtu, 19 Januari  2013
Mengingat Kenangan Bersama Allah
Mazmur 42:5

B2
Bagaimana keadaan jiwa pemazmur pada saat itu?Apa yang ingin dia ingat? Mengapa?

Pengajaran
Setelah sekian lama pemazmur membiarkan jiwanya terpuruk, ia memutuskan untuk tidak membiarkan  keadaannya berlarut-larut. Ia mengarahkan mata imannya kembali kepada Allah dan menembus kegelapan di hadapannya.  Pemazmur mengingat masa-masa indah bersama dengan Allah dulu, sebelum bangsa Israel dijajah dan dibuang ke Babel.Pada waktu itu, mereka seringkali mengadakan perayaan atau kebaktian di Bait Allah, di Yerusalem.  Sebagai salah satu penyanyi dari bani Korah, ia memimpin umat Israel berjalan ke rumah Tuhan. Dalam kepadatan umat yang berduyun-duyun datang untuk menyembah, ia berjalan mendahului mereka dengan soraksorai dan nyanyian syukur, melangkah untuk bertemu dan menyembah Allah. Di sana Allah telah menanti mereka, seperti seorang ayah menanti kedatangan anak-anaknya. Kehadiran dan penerimaan Allah mendatangkan sukacita besar bagi umat-Nya.

Mengenang saat-saat manis bersama dengan Allah penting bagi pemazmur dan juga bagi kita, khususnya saat jiwa kita gundah gulana dan meragukan kasih Allah. Kenangan ini memaksa kita melihat lagi “album foto” kenangan kita dengan Allah.Ada banyak momen-momen indah yang telah kita lewatkan bersama-sama dengan-Nya.Saat-saat di mana kita merasa kagum kepada pribadi-Nya, kasih-Nya, kebaikan-Nya. Tak ada keraguan sedikit pun bahwa Ia adalah Allah yang selalu menepati janji-Nya. Kenangan-kenangan manis inilah yang akan menjadi titik awal untuk  mengembalikan iman kita kepada-Nya.

B3
Kumpulkan kembali kenangan saat-saat manis Anda bersama dengan Allah di masa lalu, hitunglah kasih, kebaikan dan pertolongan-Nya yang pernah Anda alami! Naikkan doa ucapan syukur, sekaligus komitmen bahwa apapun yang Anda hadapi, tidak akan menggoyahkan pengharapan Anda kepada Allah!


Minggu, 20 Januari 2013
Undangan Yesus Untuk Menerima Air Hidup
Yohanes 4:13-15

B2
Apakah keistimewaan air yang diberikan oleh Tuhan Yesus? (ayat 13-14)  Bagaimana perempuan Samaria itu bisa menerima air hidup itu? (ayat 15)

Pengajaran
Menurut perkiraan, delapan puluh persen dari tubuh kita terdiri atas air.Cobalah berhenti minum dan perhatikanlah reaksi yang muncul. Pikiran yang jernih akan lenyap, mulut akan kering, lidah terasa tebal, kepala sakit, lutut lemah, kulit akan menjadi lembab, organ-organ tubuh yang vital akan mati. Sesungguhnya,  Pencipta kita telah memberi isyarat kepada kita dengan rasa haus- sebuah indikator kadar air yang rendah di dalam tubuh. Demikian juga, jika kita mengabaikan kebutuhan jiwa kita akan air rohani, maka jiwa kita pun akan mengirimkan pesan yang bernada putus asa. Cepat marah, gelombang kecemasan, tanpa harapan, susah tidur, kesepian, rasa bersalah, ketakutan, mudah tersinggung, rasa tidak aman, dst.  Semua itu adalah peringatan akan adanya gejala-gejala kekeringan dalam jiwa yang terdalam.

Sebagaimana kita dapat menghilangkan rasa haus kita dengan minum air, maka kita juga dapat menghilangkan kekeringan dalam jiwa kita dengan air rohani.Yesus  mengundang setiap kita untuk datang kepada-Nya. Ia bukan saja akan memuaskan rasa dahaga kita tetapi Ia juga akan membuat hati kita mengalirkan aliran-aliran air hidup itu. Undangan ini berlaku untuk siapa saja, kita tidak harus menjadi orang kaya, religious dan sukses lebih dahulu untuk memperoleh air hidup itu. Sebagaimana perempuan Samaria yang hidupnya tercela, penuh rasa takut, malu dan tertolak, namun kepadanyalah Yesus menawarkan  air hidup. Izinkan Dia mengisi hati kita, sampai ke relung hati kita yang terdalam. Hampiri Dia secara teratur dan terus menerus, maka kita akan menemukan kekuatan, kuasa dan kasih-Nya yang tidak pernah berkesudahan.

B3
Tanda-tanda apakah yang memberitahukan bahwa Anda sedang mengalami kekeringan rohani akhir-akhir ini? Dari renungan sepanjang minggu ini, langkah apa yang harus Anda lakukan untuk mengatasinya?












Bahan Saat Teduh 5B | 07 Jan - 13 Jan 2013

Senin, 7 Januari 2013
Mengalami Tuhan
Kisah Para Rasul 17:27-28

B2
Apakah yang didoakan Paulus(ayat 27)?Mengapa hal ini seharusnya tidak sulit terjadi(ayat 28)?

Pengajaran
Paulus berdoa agar manusia dapat menemukan Tuhan.Banyak manusia – bahkan orang beragama sekalipun – hanya tahu ada Allah, namun tidak pernah berjumpa dengan Allah secara pribadi dan membangun pengalaman bersama Dia. Padahal Allah demikian dekat dengan kita.Sama seperti udara di sekitar kita, ada namun tidak selalu kita sadari keberadaannya. Demikianlah Tuhan, Dia selalu ada walau sering tidak kita sadari keberadaan-Nya.
            Tahun 2013 belum tentu lebih mudah dari tahun 2012. Satu-satunya cara agar Anda dapatmelalui tahun ini dengan berkemenangan hanya satu: hiduplah bersama Tuhan, berharaplah pada Tuhan, dan saksikanlah pertolongan Allah yang nyata.Kita semua perlu lebih lagi mengalami Tuhan, lebih dekat – lebih dalam – lebih sering.

B3
1.       Buatlah beberapa simbol sederhana untuk menolong Anda mengingatkan kehadiran Tuhan dalam hidup Anda. Anda dapat menempel stiker rohani atau hiasan dinding dengan ayat Alkitab. Anda juga bisa mengkhususkan waktu / ruang tertentu untuk mezbah doaAnda.
2.       Perbanyaklah doa. Lakukan doa spontan sebelum berkendara, sementara memasak, sesaat sebelum masuk kelas, dst. Sadari bahwa Anda tengah bersama Tuhan Yesus setiap saat.



Selasa, 8 januari 2013
Mengalami Tuhan = Iman Yang Hidup
Roma 1:17

B2       
Bagaimana cara hidup orang benar?

Pengajaran
Hari-hari ini di Amerika terjadi generasi yang men-drop out gereja.Banyak anak muda yang dibesarkan dalam tradisi kekristenan dan dari orangtua Kristen yang baik, ternyata setelah remaja mereka meninggalkan agama mereka.Setelah diselidiki, ternyata faktor utama penyebab hal ini adalah: orang-orang yang ke gereja ini tidak lagi mendambakan pengalaman dengan Tuhan. Banyak gereja yang mengandalkan teologia (rasio) untuk membangun iman, pada akhirnya terhenyak karena jemaatnya meninggalkan iman kristiani saat ditimpa krisis kehidupan.Jemaat sudah terlanjur apatis terhadap karya Tuhan dalam kehidupan mereka, tak lagi berharap pada Tuhan, dan hidup hanya dengan kemanusiaannya sendiri.
Tentu pada sisi lain kita dapatkan gereja yang menekankan pengalaman pribadi dengan Tuhan tanpa menanamkan pengajaran Firman, pada akhirnya jemaatnya pun terjatuh di ekstrim yang lain. Banyak jemaat mereka yang menjadi mistikisme dan mudah terpengaruh dengan gerakan new age. Ini membuktikan pentingnya membangun iman secara seimbang: pengalaman dan pengajaran. 
Tahun 2013 ini GKBJ Taman Kencana berharap seluruh pemimpin dan jemaat bersama-sama mengokohkah sendi pengalaman dengan Tuhan.

B3       
Apakah Anda masih berharap pada Tuhan?  Doakanlah dengan keyakinan bahwa Allah mendengar dan akan menjawab.



Rabu, 9 Januari 2013
Mengalami Tuhan Dalam Kesulitan Hidup
Roma 5:3-5a

B2
Bandingkan terjemahan Alkitab Indonesia kita dengan Alkitab Bahasa Inggris (King James Version) berikut ini:
3  And not only so, but we glory in tribulations also: knowing that tribulation worketh patience; 4  And patience, experience; and experience, hope: 5  And hope maketh not ashamed
Terjemahan bebas:
3  Dan bukan hanya itu, kita malah bermegah juga dalam berbagai kesengsaraan karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, 4  dan ketekunan menimbulkan PENGALAMAN dan PENGALAMAN menimbulkan pengharapan. 5  Dan pengharapan itu tidak mengecewakan

Pengajaran
            Paulus menunjukkan bahwa Allah sering membawa kita pada berbagai persoalan, agar kita            mencari Tuhan dengan tekun.  Dalam proses mencari Tuhan dengan tekun sambil menantikan      jawaban Tuhan inilah, kita mendapatkan pengalaman yang indah bersama Tuhan.  Memang           benar, saat semua hal berjalan lancar kita kerap melalaikan Tuhan.  Kita memenuhi hidup dengan      pengalaman-pengalaman duniawi: menikmati hobi, bersosialiasi, bekerja, dsb. 
Karena Tuhan sayang pada kita, Dia mau memanggil kita kembali pada persekutuan dengan Dia.  Itulah sebabnya Ia mengizinkan anak-anak-Nya mengalami kesulitan.  Persoalan adalah corong Allah untuk meneriakkan anak-anak-Nya agar kembali mencari Dia.  Dan janji Allah adalah:  pengalaman rohani ini akan membangkitkan pengharapan/iman yang tidak mengecewakan.  Halleluya.
B3
1.       Kapankah Anda terakhir kali mencari Tuhan dengan tekun? Jangan menunggu mengalami kesulitan, carilah Dia dan bangunlah persekutuan dengan-Nya.
2.       Jika Anda dalam kesulitan, jangan bersungut-sungut namun syukurilah.  Ini adalah waktu retreat pribadi Anda untuk mengalami Tuhan secara dahsyat.  Nantikanlah Dia dengan mujizat pertolongan-Nya.  Tidak akan mengecewakan, pasti akan berakhir dengan memuaskan. Amin.


Kamis, 10 Januari 2013
Mengalami Tuhan Dalam Doa Permohonan
Yohanes 16:24

B2
1.       Apa yang sering dilakukan oleh orang percaya?
2.       Mengapa kita perlu “meminta” kepada Allah?

Pengajaran
Hidup dalam kedaulatan Tuhan tidak berarti hidup dengan pasrah, hanya mensyukuri apapun yang terjadi tanpa pernah meminta sesuatu kepada Tuhan.  Kenyataannya, Allah yang berdaulat itu justru memberikan sebuah ajakan yang penting:  “Mintalah…. Sampai sekarang kamu belum pernah meminta sesuatupun dalam nama-Ku.”Penekanan ayat ini bukan hanya pada kata “dalam nama-Ku” namun juga pada kata “mintalah.”
Di sini Tuhan Yesus memberi dorongan kepada umat-Nya untuk mengajukan permohonan kepada-Nya.Dan untuk mendorong mereka meminta, Tuhan Yesus bahkan memberikan sebuah jaminan, “… maka kamu akan menerima.”Ya, meminta sesuatu kepada Tuhan bukanlah tindakan yang kurang beriman pada pengaturan Tuhan.  Jadi, mintalah…. Supaya kita penuh dengan sukacita.
B3
Adakah sesuatu hal yang ingin Anda ajukan kepada Tuhan?  Mintalah!  Mintalah dengan penuh iman dan pengharapan!  Tentu ada beberapa rambu dalam meminta (mis: Bukan untuk memuaskan hawa nafsu kita, dst).  Namun jika Anda sudah mematuhi setiap rambu, bangunlah iman Anda yang paling murni dan mintalah.  Jawaban Tuhan akan menimbulkan kegairahan rohani yang luar biasa pada hidup Anda.




Jumat, 11 Januari 2013
Pengalaman Kita Bersama Tuhan Akan Membangun Iman Orang Lain
Kejadian 30:25-30

B2
1.       Bandingkan terjemahan Kejadian 30:27 dengan terjemahan bahasa Inggris berikut ini:
And Laban said unto him, I pray thee, if I have found favour in thine eyes, tarry: for I have learned by experience that the LORD hath blessed me for thy sake.
            Terjemahan bebas:
Tetapi Laban berkata kepadanya: "Sekiranya aku mendapat kasihmu! Aku KINI TELAH BELAJAR DARI PENGALAMAN, bahwa TUHAN memberkati aku karena engkau."
2.       Siapakah yang telah memberkati Laban (ayat 30)

Pengajaran
Laban belajar sesuatu dari pengalaman hidupnya:  dulu ia bekerja keras namun hasilnya biasa saja.  Namun sejak kehadiran Yakub, ternaknya berkembang luar biasa.Namun Laban menyadari hal yang lebih jauh lagi.Ini semata bukan karena kehebatan Yakub dalam menggembala ternak.Laban melihat bahwa Yakub adalah orang yang rohani, mengandalkan Tuhan, banyak berdoa.Itulah sebabnya Laban berkata saya telah belajar dari pengalaman, bahwa TUHAN memberkati aku karena engkau.  Kehidupan Yakub bersama Tuhan telah mengubah cara pandang Laban.  Laban menyadari kunci keberhasilannya adalah Tuhan.
B3
Dari pengalaman hidup Anda, apakah Anda sudah belajar sesuatu: kapan Anda berada di titik terendah hidup Anda, dan kapan Anda berada di titik terbaik dalam kehidupan.  Renungkanlah!



Sabtu, 12 Januari 2013
Mengalami Tuhan Membutuhkan Keberanian: Tantangan Kekudusan
Matius 5:8; Ibrani 12:14

B2        Siapakah orang yang bisa melihat Allah?

Pengajaran
Dalam kedua ayat tersebut digunakan kata Yunani optomai untuk melihat Allah.  Pengertiannya adalah memandang dengan terkesima, menikmati apa yang dilihatnya.  Jika Anda ingin dekat dengan Tuhan, memandang wajah-Nya yang penuh kemuliaan, dan mengalami hadirat-Nya secara kuat – ada persyaratan sederhana: suci hati dan menjaga kekudusan.
Dunia dan sorga tidak mungkin bersatu.  Jika cara hidup duniawi menodai hidup kita dan melekat di hati kita, mana mungkin kita ‘berani’ mengajak Tuhan Yesus berpengalaman dengan kita?  Anda akan takut kalau perbuatan Anda diketahui oleh-Nya.  Anda akan malu karena Dia yang ‘Anda ajak bersama’ itu akan mengenali pemikiran kita.  Anda hanya berani “mengajak” Allah membangun pengalaman bersama, jika Anda berani membayar tantangan kekudusan
B3
            Berdoalah untuk kekudusan Anda, dan mulailah berpengalaman dengan Allah hari ini




Minggu, 13 Januari 2013
Mengalami Tuhan Membutuhkan Keberanian: Tantangan Ketaatan
Amos 3:3; Yohanes 8:55

B2
1.       Apakah yang harus dilakukan terlebih dahulu jika dua orang mau berjalan bersama? (Amos 3:3)
2.       Siapakah yang mengenal Bapa Sorgawi?  Dan apakah yang senantiasa dikerjakan-Nya? (Yoh 8:55)

Pengajaran
Dua pribadi hanya bisa berjalan bersama jika mereka punya kesepakatan (terjemahan yang lebih tepat dari kata “berjanji”).  Mereka harus punya kesepakatan dalam banyak hal, sehingga mereka berjalan ke arah yang sama dan menikmati perjalanan bersama tersebut.  Jika Anda ingin mengalami Tuhan, Anda harus punya kesepakatan dengan Tuhan.Dan tebak, siapa yang harus mengikuti siapa?!
Tuhan Yesus suatu ketika men-sharing-kan rahasia kesatuan-Nya dengan Bapa: “Saya sepakat dengan Dia.”  Tuhan Yesus menuruti semua perkataan Bapa-Nya.Apapun yang diminta Bapa, Yesus taati dengan senang hati.Itu sebabnya kesatuan Bapa dan Anak demikian erat dan tak terpisahkan.

B3
Berpengalaman dengan Tuhan membutuhkan kesepakatan.  Beranikah Anda menyepakati apa yang difirmankan-Nya?






Top