Sunday, April 06, 2025

headlines

    10:18 P

Slider[Style1]

  • Sumber: www.renunganhariankristen.com Roma 5:1-11. Ajaran mengenai ‘dibenarkan karena iman’ bukan hanya terkait dengan kehidupan kekal di su...

  • Kalau saya ke gereja, saya masih lebih suka bawa Alkitab yang bahasa indonesia Bukan bawa di handphone Walaupun di handphone kita ada Alkitab ...

  • Yakobus 5:13 “Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi!” Alkita...

  • Membangkitkan Generasi Ilahi 1 Samuel 2:17  Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang ...

  • (Mazmur 22) Seringkali di dalam penyembahan, kita hanya menekankan sukacita dan pujian, tetapi mengabaikan dukacita dan ratapan. Padahal kehidupan...

Style2

Renungan

Style5

Events

Style4

Bahan Saat Teduh


(Matius 27:1-10)

Yudas Iskariot adalah orang yang sangat beruntung. Ada beberapa alasan, karena:
1. Dia dipilih secara pribadi oleh Tuhan Yesus untuk menjadi seorang rasul.
2. Dia hidup bersama Tuhan Yesus selama 3 tahun lebih.
3. Dia ditunjuk untuk menjadi bendahara.

Ada 2 teori mengenai pertanyaan: “Mengapa Yudas mengkhianati Yesus?”
Teori karena Yudas tamak (cinta uang)

Teori Yudas memiliki kepentingan “mesias politik”
Kemungkinan teori yang dapat diterima adalah teori mengenai kepentingan politik. Sesungguhnya yang menjadi akar dari dosa Yudas ialah Yudas memaksa Tuhan untuk melayani kepentingan atau agenda pribadi dia (domesticating God).

Ada perbedaan antara Petrus dan Yudas. Cara Yudas “menyelesaikan masalah”: Membiarkan dirinya dihancurkan oleh rasa bersalah dan lari dari tahta pengampunan Tuhan. Yudas akhirnya mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri.

PERTANYAAN MENDESAK bagi setiap kita:
1.) Apakah motivasi Saudara dalam mencintai Tuhan dan rajin beribadah?
Yudas dekat dengan Yesus selama 3 tahun lebih, tetapi Yudas memiliki motivasi dan “agenda pribadi” selama dia mengikut Yesus. Apakah kita benar-benar hanya mencintai pribadi-Nya ketika kita kita berkata bahwa kita mengasihi Dia?

2.) Apakah Saudara sudah di dalam keselamatan?
Jika dihadapkan pertanyaan, apakah Yudas diselamatkan? Jawabannya: Tidak! Namun, apakah artinya Yudas kehilangan keselamatannya? Jawabannya juga tidak! Mengapa? Karena seumur hidupnya ia tidak pernah menerima keselamatan dari Tuhan. Faktanya memang menunjukkan bahwa Yudas hidup bersama dengan Tuhan Yesus selama 3 tahun lebih. Ia bahkan melihat sendiri kuasa Tuhan Yesus dan mendengar sendiri pengajaran Tuhan Yesus. Namun, kedekatannya dengan Tuhan tidaklah otomatis memberikannya keselamatan. Ia mengikuti Tuhan Yesus secara fisik namun tidak secara hati. Yudas memang tidak pernah sungguh-sungguh berkomitmen mengikuti Tuhan Yesus sebagai murid yang sejati, walaupun secara lahiriah ia sibuk mengikuti dan menaati Tuhan Yesus. Keaktifan kita terlibat dalam hal rohani atau sudah lama menjadi orang Kristen bukanlah bukti utama bahwa kita murid Kristus yang sejati!

3.) Apakah Saudara memiliki pertobatan yang sejati?
Pertobatan yang sejati tidak cukup berhenti pada rasa bersalah, tetapi bagaimana mengambil keputusan untuk kembali kepada Bapa, itulah pertobatan yang sejati.

4.) Apakah Saudara “menjual” Tuhan Yesus demi hal lain dalam hidupmu? Pengertian “menjual” Tuhan Yesus, dapat diartikan kita rela mengorbankan atau menomorduakan Tuhan demi “sesuatu” atau hal lain. Hal itu bisa karir/ pekerjaan, nilai studi Anda, memilih jodoh/ pasangan, dsb.

Oleh: GI. Jimmy Setiawan

GKBJ Taman Kencana

Gereja Kristen Baptist Jakarta Jemaat Taman Kencana
Perumahan Taman Kencana Blok A1 No 16
Cengkareng Jakarta Barat 11730
Telp: 021 555 2868 Fax: 021 555 2869
Email: gkbj.taman@gmail.com | gkbj_taken@yahoo.co.id
«
Next
Tuhan Memerlukannya
»
Previous
“Yakub: Si Cacing Yang Menjadi Pengirik Bukit”

No comments:

Post a Comment

Tuliskan komentar anda disini.