Slider[Style1]

Style2

Style5

Style4

Iman adalah kekuatan, api yang menyala, dan kuasa rohani kehidupan kita. Ketiadaan iman akan membuat seluruh pelayanan kita kehilangan ketiganya. Saya percaya kita semua mengaku sudah memiliki iman, tetapi apakah iman itu sungguh memimpin hidup kita? Hidup yang dipimpin oleh iman adalah pengobar kekuatan, api, dan kuasa rohani! Jika tidak, sekalipun kita berkata ribuan kali kita mempunyai iman tetapi itu hal yang percuma. Bagaimana caranya seseorang dapat hidup dipimpin oleh iman?

1. Intim dengan Allah
Ini harus menjadi prioritas pertama dalam hidup anak Tuhan yang dipimpin oleh iman. Berbicara tentang keintiman dengan Allah, ini bukan sekadar kita dekat dengan Allah melalui saat teduh dan doa tetapi lebih jauh kita merelakan diri kita sendiri dipengaruhi oleh Firman Allah dan karakter Kristus setiap waktu dan disetiap aspek kepribadian kita.

Bahwa Kristus adalah sumber dari kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan kasih (Ef 4:2) merupakan keniscayaan jika keempat karakter dasar Kristus itu menjadi bagian kehidupan kita. Jika kita intim dengan Allah maka Firman Allah bukan hanya sebuah memori yang kita miliki dari hasil sebuah saat teduh, lebih jauh kita akan tajam mende ngar suara Allah yang berbicara dan yang menuntun dalam hidup kita entah pada saat kita bekerja, melayani, belajar, membuka usaha, dll. Jika kita belum merelakan diri secara aktif dipengaruhi oleh Firman Allah dan Karakter Kristus bisa jadi kita belum intim dengan Allah.

2 Mempercayai janji Allah
Allah menyediakan kekuatan yang lain untuk setiap anak-anak Tuhan menjadi kokoh dan tidak mudah tergoncangkan oleh badai kehidupan apapun. Kekuatan itu terletak pada janji Tuhan yang diberikan secara spesial buat anak-anak-Nya. Memperc ayai janji Tuhan itu berarti kita mempercayai bahwa Allah tidak pernah berdusta terhadap apa yang pernah Dia janjikan, sekalipun seolah-olah sekarang ini kita menghadapi jalan buntu (bd Keluaran 14:8-12). Mempercayai janji Tuhan itu juga berarti percaya akan kedaulatan Tuhan yang mengatur segala sesuatu, bahkan mengizinkan jalan buntu itu terjadi supaya kita dapat memahami betapa hebat kuasaNya yang membuat jalan keluar ditengah-tengah kemustahilan.

3. Ambil tanggungjawab
Tuhan tidak pernah mengizinkan anak-anakNya untuk hidup secara pasif dan naif. Mempercayai janji Tuhan bukanlah kesempatan untuk kita melemparkan tanggungjawab kehidupan kita ini kepada Tuhan. Di dalam Alkitab selalu memiliki pola dimana Tuhan memberikan perintahNya terlebih dahulu baru janjiNya. Sudahkah kita menjalani perintahNya? Tanggungjawab kita adalah melakukan perintah Tuhan dengan sepenuh hati dan didalam segala hikmat, dan tanggungjawab Tuhanlah untuk menggenapi janji-janjiNya yang menyertai setiap perintahNya. Hal yang perlu diwaspadai adalah kita berlaku tidak adil pada Tuhan, dimana kita lebih meminta Tuhan bertanggungjawab untuk menggenapi janjiNya ketimbang kita melakukan perintahNya.

4. Nantikan jawaban Allah
Apapun yang terjadi, nantikanlah jawaban Tuhan. Memang kadangkala Tuhan terlalu lama untuk menjawab persoalan kita tetapi percayalah tidak ada yang salah dalam waktunya Tuhan untuk menjawab. Waktu Tuhan selalu terbaik buat kita. Jangan coba-coba kita mau menjadi pahlawannya Tuhan dengan kita bertindak diluar waktu Tuhan, seolah-olah Tuhan sudah kecapaian dan perlu pertolongan kita untuk meneruskan pekerjaanNya. Justru jika kita melakukan sesuatu diluar waktu Tuhan akan membuat kita sendiri repot dan susah. Jadi percayalah kepada hikmat Tuhan yang mengatur waktu dalam soal menjawab persoalan kita.

Oleh : Pdt. Hengky Setiawan

GKBJ Taman Kencana

Gereja Kristen Baptist Jakarta Jemaat Taman Kencana
Perumahan Taman Kencana Blok A1 No 16
Cengkareng Jakarta Barat 11730
Telp: 021 555 2868 Fax: 021 555 2869
Email: gkbj.taman@gmail.com | gkbj_taken@yahoo.co.id
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Tuliskan komentar anda disini.


Top