Slider[Style1]

Style2

Style5

Style4



Lukas 10:1-12

Pendahuluan
Lima minggu lagi kita akan merayakan Natal. Hari-hari ini kita sudah memasuki tahap di mana setiap pembina dan pembawa mulai bertemu muka dan membangun hubungan. Pastikan, bahwa Anda sudah mendoakan nama-nama orang baru yang akan Anda bawa kepada Tuhan dalam KKR Natal nanti. Masih ada kesempatan bagi Anda menjadi pembawa sekaligus menjadi pembina.

“ Siapa bijak, mengambil hati orang..” (Amsal 11:30)

Terjemahan KJV frase “siapa bijak, mengambil hati orang” adalah “he who wins souls is wise“(siapa bijak, memenangkan jiwa!). Ayat ini memberitahu kita bahwa kalau kita ingin memenangkan jiwa maka kita harus bijak, pintar dan ahli. ”Memenangkan” artinya menerima, menarik, melibatkan, berbaur, menjalin,
berhubungan. Dengan kata lain ”memenangkan jiwa” adalah suatu hal yang berkaitan dengan ”hubungan”, hubungan kita dengan orang lain. Alkitab Berkeley menterjemahkan ayat di atas sbb : orang yang memenangkan teman adalah orang bijak. Hal ini berarti bahwa kita memenangkan orang untuk Tuhan dengan terlebih dahulu memenangkan mereka sebagai teman kita.

Ketika Tuhan Yesus mengutus ketujuhpuluh murid-Nya (Lukas 10:1-12), Ia memberikan kita beberapa langkah bagaimana membangun hubungan untuk akhirnya memenangkan jiwa.

1. Menyampaikan Damai Sejahtera
“Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini” (Lukas 10:5)

Pertama kali bertemu atau mengunjungi, Tuhan menginginkan kita untuk menyampaikan damai sejahtera-Nya/ syalom/ berkat kepada orang yang akan kita menangkan. Setiap orang di dunia ini pasti punya pergumulan, kesedihan, ketiadaan harapan dan penderitaan yang mungkin tidak dapat ia ceritakan kepada orang lain. Kedatangan kita yang menyampaikan damai sejahtera akan menyejukkan hati dan membawa pengharapan bagi mereka.


2. Membangun Persekutuan yang Sejati
“Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu…” (Lukas 10:7)

Setelah kita melihat tanda positif yaitu orang tersebut menerima kedatangan kita. langkah berikutnya yang perlu kita ambil adalah bersekutu dengan orang tersebut. Pada pertemuan pertama, tujuan utama adalah berkenalan, usahakan jangan terlalu lama bertamu, karena biasanya orang masih asing.
Selanjutnya, adalah penting untuk membangun hubungan yang sejati, bukan yang palsu, untuk mengenal mereka dengan lebih baik. Hanya ketika kita mengenal mereka dengan baik, mereka akan merasa lebih nyaman untuk membagikan kepedihan atau kebutuhan mereka. Setelah pertemuan atau kunujungan pertama, usahakan keep contact minimal 1 minggu 2 kali menanyakan kabarnya lewat telpon, sms atau sengaja menemuinya di tempat-tempat biasa dia ada. Sesekali kita mengundang mereka untuk makan, atau berolahraga bersama, atau bahkan dalam pertemuan social lainnya, (jangan terburu-buru ajak mereka ke gereja), hal ini akan memberi mereka kesempatan untuk melihat dan mengenal kita dengan lebih baik, dan kita harap mereka pun bisa melihat Kristus yang ada di dalam diri kita!

3. Menjawab Kebutuhan
“Dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ…” (Lukas 10:9a)

Ketika mereka menyadari bahwa Anda sungguh-sungguh mengasihi dan peduli terhadap mereka, dan bahwa Anda bersedia menjadi teman mereka, mereka akan membuka hatinya kepada Anda. Mereka akan membagikan kekuatiran mereka yang terdalam dan hal-hal yang menganggu mereka. Hal ini adalah kesempatan terbaik bagi kita untuk melayani kebutuhan mereka, kita dapat menawarkan untuk berdoa bagi mereka – jika mereka menolaknya, jangan tersinggung atau berpikir secara negatif. Sebaliknya berdoalah dalam doa pribadi anda supaya kasih Tuhan bekerja dalam kehidupan mereka.

Kita perlu menanamkan dalam pikiran kita bahwa kita hanyalah alat Tuhan untuk melakukan kehendakNya dan oleh karena itu kita perlu mengijinkan Roh Kudus untuk membimbing hati kita, tindakan dan pikiran kita dalam melayani kebutuhan orang yang kita layani.
Jika anda tidak dapat melayani kebutuhan mereka sendiri, mintalah bantuan PKS atau hamba Tuhan untuk menolong mereka.

4. Memproklamasikan Kerajaan Allah
“...katakanlah kepada mereka, Kerajaan Allah sudah dekat padamu.”
(Lukas 10:9b)

Setelah melalui langkah-langkah di atas, langkah keempat adalah memproklamasikan kepada mereka mengenai siapa Yesus itu dan apa yang telah Ia lakukan bagi kita di kayu salib dan di kehidupan kita sehari-hari.

Jika mereka masih ragu-ragu mengenai hal itu, jangan memaksa mereka, tapi biarkan Roh Kudus bekerja melalui anda pada saat anda membagikan mengenai iman anda. Jangan pula tersinggung atau merasa tertolak jika mereka belum siap untuk menerima Yesus. Mungkin saja terjadi bahwa andalah yang menabur benih iman dan orang lain menyiraminya dan orang lainnya lagi yang menuainya. Apapun juga hasilnya, biarlah Tuhan yang dimuliakan.

Bagikan undangan Natal dan berikan dorongan untuk hadir, kalau perlu, Anda menawarkan diri untuk menjemput atau menemaninya. Jika mereka menolak jangan kecil hati, teruslah bangun hubungan. Berdoalah bagi mereka dan biarlah Tuhan yang menjamah hati mereka.


Penutup
Lamanya waktu untuk melewati tahapan di atas bagi tiap orang berbeda-beda, bergantung respon, kedekatan, dan juga waktu Tuhan. Karena itu jangan kecil hati bagi yang sepertinya lama. Lakukan dengan hati yang tulus dan murni, selebihnya adalah bagian Tuhan.

Sumber dari buku: “Memenangkan Satu Jiwa Lagi Bagi Yesus”

Oleh: GI Susanna I Setiawan

GKBJ Taman Kencana

Gereja Kristen Baptist Jakarta Jemaat Taman Kencana
Perumahan Taman Kencana Blok A1 No 16
Cengkareng Jakarta Barat 11730
Telp: 021 555 2868 Fax: 021 555 2869
Email: gkbj.taman@gmail.com | gkbj_taken@yahoo.co.id
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Tuliskan komentar anda disini.


Top