Slider[Style1]

Style2

Style5

Style4

Senin, 12 September 2011 – Orang Samaria yang murah hati
Ayat hari ini: Lukas 10:25-37

B2.
• Apakah yang dilakukan ahli taurat terhadap Yesus?
• Bagaimanakah Yesus menjawabnya?
• Menurut anda, siapakah sesamaku manusia?

Mungkinkah seseorang mengalami kasih Allah dan hidup dalam kasih yang riil kepada Allahtetapi hatinya tertutup terhadap rintih tangis sesamanya? Tidak, sebab kasih kepada Allah pasti akan mengalir dalam kasih kepada sesama. Namun, siapakah sesama yang harus kita kasihi itu? Itu menjadi pertanyaan si ahli Taurat kepada Yesus. Lalu, lahirlah jawaban yang menakjubkan dari Yesus tentang perumpamaan orang Samaria yang baik. Pertama, orang-orang yang dalam perkiraan si ahli Taurat pasti akan berbuat belas kasihan (iman dan orang lewi), ternyata tidak.

Kedua, orang yang dalam perkiraan si ahli Taurat pasti tidak berbelas kasihan (orang samaria), ternyata berbuat benar sebab memiliki kasih. Yesus menunjukkan bahwa kita haruslah seperti orang samaria, yang mau menolong orang lain walaupun dia belum tentu dapat mengembalikan usaha kasih, uang dan pakaian (orang yang memerlukan pertolongan dan tidak dapat membayar kembali).

B3. Apakah yang seringkali menghalangi/ menghambat anda dalam memberikan pertolongan bagi sesama yang sedang membutuhkan? Apakah anda mengetahui ada salah satu anggota sel anda yang membutuhkan pertolongan? Berdoalah baginya danberdoalah agar anda dapat menolong sesama yang mengalami kesulitan walapun banyak halangan dan hambatan dalam mempraktekkannya!


















Selasa, 13 September 2o11 – Tentang tolong - menolong
Ayat hari ini: Ulangan 22:1-4
B2.
• Sikap apakah yang dilarang firman Tuhan, ketika kita melihat sesama kita mengalami kesulitan? (ay. 1&4) Bagaimanakah sikap kita seharusnya?
• Dalam hal apa sajakah kita harus menolong sesama kita? (ay. 3)

JANGANLAH ENGKAU PURA-PURA TIDAK TAHU… itulah nasihat firman Tuhan ketika kita melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan. Kebanyakan dari kita memilih untuk pura-pura tidak tahu karena tidak mau repot dan mau nyaman-nyaman saja, bukan karena tidak mampu menolong. Ini adalah penyakit yang harus ditumpas. Sebagai orang percaya, kita dituntun untuk mengasihi, dan kasih itu tidak pura-pura (Roma 12:9), apalagi pura-pura tidak tahu. Itu bukanlah tindakan kasih. Bahkan dalam ayat 1 & 4 dikatakan bahwa kita harus benar-benar menolong, bukan sekedar menolong.

B3. Pernahkah anda berpura-pura tidak tahu ketika ada sesamamu yang membutuhkan pertolongan? Jika ya, bertobatlah! Mulai hari ini, perhatikanlah sesama kita agar anda dapat menolongnya, karena tanpa memperhatikan kita tidak akan dapat mengerti kebutuhan sesamamu!
























Rabu, 14 September 2011 – Saling tolong-menolong
Ayat hari ini: Yesaya 41:6-7

B2.
• Apakah yang harus kita lakukan terhadap sesama? (ay. 6)
• Ilustrasi apakah yang firman Tuhan berikan didalam bagian ini? (ay. 7)

Yang seorang menolong yang lain. Dalam Alkitab terjemahan NIV berbunyi: every one helped his neighbour, artinya setiap saudara menolong sesamanya / saudaranya dan berkata kepada temannya / saudaranya (brother) : kuatkanlah hatimu (be of good courage = beranilah, jangan takut). Dalam suasana dunia yang serba krisis, serba susah, setiap orang percaya mempunyai kewajiban menolong sesamanya. Alkitab menganjurkan setiap orang percaya untuk menguatkan sesamanya dengan berkata kuatkanlah hatimu.Tukang besi menguatkan hati tukang emas. Tukang besi adalah buruh kasar, bekerja dekat perapian, keringatan, dll. Sedangkan tukang emas pekerjaannya halus. Dari harganya pun kita dapat membedakan bahwa harga emas jauh lebih tinggi dari harga besi. Tetapi di sini kita membaca, tukang besi justru menguatkan tukang emas. Yang kurang juga dapat menguatkan yang lebih daripadanya. Orang yang memipihkan logam dengan martil (he who smooths with the hammer = yang melicinkan / finishing pekerjaan dengan martil = pekerjaan pengrajin), menguatkan hati orang yang menempa di atas landasan (inspired him who strikes the anvil = mengilhamkan, mendorong kepada mereka yang memukul di atas landasan baja). Contoh kedua ini berbeda dengan yang pertama, di mana yang kuat mendorong yang lemah. Pengrajin yang kerja halus mendorong pekerja keras.

B3. Pernahkan kita merasa minder dalam menolong orang lain? Mungkin ada saudara kita yang terlihat kuat, tetapi bukan berarti ia tidak membutuhkan pertolongan. Mintalah kepekaan kepada Tuhan agar anda dapat menolong sesama anda!
















Kamis, 15 September 2011 – Kasih yang saling membantu
Ayat hari ini: Efesus 4:2

B2.
• Karakter apakah yang harus kita miliki menurut Efesus 4:2?
• Dalam hal apakah kita harus menunjukkan kasih?


Firman Tuhan hari ini mengajarkan 4 Karakter yang harus kita miliki yaitu Rendah hati, Lemah Lembut, Sabar, dan Kasih yang saling membantu. Ini merupakan nilai-nilai yang dihidupi didalam gereja kita (4 Karakter Dasar Kristus). Kita diminta untuk menunjukkan kasih dalam hal saling membantu. Mungkin orang dapat membantu bukan karena kasih, tetapi karena pura-pura. Tetapi orang yang punya kasih pasti suka membantu orang lain. Membantu/ menolong adalah tanda dari seseorang yang memiliki kasih. Kasih tidaklah tersembunyi, seseorang yang memiliki kasih pasti terlihat dari luar.

B3. Sudahkah anda mengasihi? Minta agar Tuhan memurnikan hati anda saat anda membantu dan menolong orang lain! Berdoalah agar anda dapat melakukannya murni karena kasih, bukan yang lain!
























Jumat, 16 September 2011 – Menolong orang yang jatuh
Ayat hari ini: Galatia 6:1-3

B2.
• Bagaimanakah sikap kita terhadap saudara seiman kita yang melakukan pelanggaran (dosa)? (ay. 1)
• Apakah hal yang terus memerus harus kita usahakan menjadi gaya hidup dalam komunitas kita? (ay. 2)

Paulus tidak ingin ada orang yang bermegah atas kejatuhan orang lain. Justru orang yang tidak jatuh karena rohaninya kuat harus mampu menunjukkan sikap kristiani yang penuh kasih terhadap mereka yang jatuh. Sikap kristiani itu adalah ujud kualitas kekristenan sejati. Pertama, ia tidak akan menghakimi saudara yang sedang jatuh, sebaliknya ia akan membantu dan mengangkatnya (ayat 1). Ini adalah sikap yang meneladani Kristus. Kedua, ia menyadari diri juga lemah dan bisa jatuh sehingga akan selalu berjaga-jaga agar tidak jatuh (ayat 3). Dengan kesadaran seperti itu, terbangunlah sikap saling menolong di antara sesama anak Tuhan (ayat 2). Ketiga, ia tidak menilai diri dengan memakai standar manusia melainkan standar Firman (ayat 4-5). Keempat, ia akan rendah hati menerima teguran firman karena kesalahannya dan bersikap hormat kepada yang menegur dengan kasih (ayat 6). Paulus juga terus mendorong supaya orang yang jatuh cepat bertobat karena Allah tidak dapat dipermainkan (ayat 7-8). Akhirnya, Paulus juga menasihati jemaat Galatia agar terus menerus mewujudkan karakter ilahi mereka dengan perbuatan-perbuatan yang baik dan menjadi berkat (ayat 9-10). Gereja seharusnya menjadi wadah kasih persaudaraan diwujudkan. Ada teguran atas kesalahan, ada pertobatan dari kesalahan yang dilakukan, ada pengampunan untuk orang yang bertobat, dan ada hormat kepada orang yang menegur. Semua itu harus dilandaskan atas kasih Tuhan. Jangan menunggu orang lain, mulailah dari diri Anda.

B3. Ketika anda mengetahui ada salah satu anggota sel/ teman segerejamu yang jatuh, apakah respon anda? Bagaimanakah seharusnya sikap anda menurut firman Tuhan yang telah anda baca? Rencanakan tindakan nyata yang anda akan lakukan, bila ada seorang yang terjatuh!











Sabtu, 17 September 2011 – Teladan Paulus, Timotius, dan Epafroditus
Ayat hari ini: Filipi 2:19-30


B2.
• Bagaimanakah kualitas Timotius dan Epafroditus menurut Paulus?

Dalam ps. 2:1-11, Paulus mengajar jemaat untuk hidup memperhatikan orang lain. Kini ia sendiri menerapkan nasehatnya itu dengan mengirimkan Timotius dan Epafroditus, orang kuncinya yang terbaik (ayat 19, 25). Padahal dalam keadaan terpenjara, Paulus pastilah memerlukan penyertaan kedua pendamping terpercayanya itu. Paulus bukan hanya mengajar suatu kebenaran, tetapi ia sendiri menerapkannya. Epafroditus pun adalah utusan kasih jemaat Filipi untuk melayani Paulus. Itulah ciri-ciri jemaat hasil pelayanan orang yang sungguh menghayati ajarannya.Hasil dari pemuridan, Timotius dan Epafroditus adalah dua pelayan Tuhan yang memiliki kualitas yang mirip dengan kualitas diri dan pelayanan Paulus. Mereka sedia menderita, memberi perhatian besar kepada kesejahteraan dan kemajuan iman jemaat, tidak mementingkan diri sendiri. Bahkah Paulus berkata bahwa Timotius telah menolongnya dalam pelayanan sama seperti seorang anak menolong bapanya.

B3. Timotius dan Epafroditus adalah anak Rohani dari Paulus. Belajar dari teladan mereka berdua, bagaimanakah sikap anda terhadap pemimpin rohani anda? Rencanakanlah suatu hal yang dapat anda lakukan untuk memberkati pemimpin Rohani anda!





















Minggu, 18 September 2011 – Pertolongan ialah dari Tuhan
Ayat hari ini: Mazmur 121:1-8

B2.
• Darimanakah datangnya pertolongan kita? (ay. 1&2)
• Apakah yang Tuhan akan lakukan dalam kehidupan kita?

Dalam dunia yang penuh tantangan dan ancaman, kita memerlukan pertolongan sejati. Pemazmur menyadari ketiadaan pengharapan baik dari dirinya maupun orang lain. Ia mencoba mengarahkan pandangannya ke gunung-gunung, namun di sana pun ia tidak melihat secercah harapan. Akhirnya pemazmur menyadari dan menyatakan dengan tegas bahwa "pertolonganku ialah dari Tuhan". Ialah Pencipta yang Mahakuasa dan Penjaga yang tidak pernah terlelap. Seringkali kita mencari pertolongan pada sesuatu yang tampaknya mampu menolong, namun pada akhirnya kita harus mengakui bahwa tak ada pertolongan lain selain di dalam Tuhan, Penjamin hidup kita. Keadaan bahaya, sangat dibutuhkan penjagaan ketat. Hal ini sangat terasa di sekitar kita yang saat ini banyak ketidakamanan dan ketidaknyamanan. Dalam lingkungan rumah kita, mungkin diberlakukan jadwal siskamling untuk menjaga keamanan. Harus diakui bahwa tak seorang pun mampu berjaga- jaga sepanjang hari tanpa istirahat. Kita berusaha memiliki tempat perlindungan yang senantiasa siaga, yakni Penjaga Israel, Allah kita. Ia bukan saja mampu bertahan menghadapi bahaya, namun secara aktif melindungi umat-Nya. Tak ada Penjaga lain yang sanggup berjaga-jaga seperti Dia.

B3. Ketika anda menghadapi masalah, siapakah yang pertama anda cari? Apakah anda cenderung mencari orang yang mampu menolong anda menurut pandangan anda? Ataukah berseru dan meminta pertolongan dari Tuhan? Berseru dan bersandarlah kepada Tuhan!

GKBJ Taman Kencana

Gereja Kristen Baptist Jakarta Jemaat Taman Kencana
Perumahan Taman Kencana Blok A1 No 16
Cengkareng Jakarta Barat 11730
Telp: 021 555 2868 Fax: 021 555 2869
Email: gkbj.taman@gmail.com | gkbj_taken@yahoo.co.id
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Tuliskan komentar anda disini.


Top