Slider[Style1]

Style2

Style5

Style4

Biar Segala yang Bernafas Memuji Tuhan (Mazmur 150)
Bahan Saat Teduh
Senin 1 Agustus 2011
Kita menyembah Tuhan karena kekudusanNya (Maz.150:1; Yes.6:1-8)
Mengapa kita memuji dan menyembah Tuhan?
B2. Kita memuji Tuhan karena Tuhan adalah Allah yang Kudus, setiap kali kita memuji dan menyembahNya, kita masuk dalam hadiratNya yang kudus, ketika seseorang masuk dalam hadiratNya yang kudus, ia tidak bisa tidak akan tersungkur dan memuji keagungan dan kekudusan Tuhan. Ketika Yesaya melihat para Serafim berseru kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaanNya (Yes.6:3), dengan segala kegentaran ia menyembah Tuhan. Ketika seseorang menyadari akan kekudusan Tuhan, maka ia akan sadar bahwa sebetulnya ia tidak layak masuk dalam hadiratNyaTuhan yang maha kudus dengan keberadaannya yang najis, hanya anugrahNya yang memungkinkan anda dan saya masuk dalam hadiratNya dan menyembah kekudusanNya.


B3. Apakah anda menyadari kekudusan Tuhan? Apakah anda menyadari bahwa hanya anugrahNya yang memungkinkan anda menghampiri Dia? Bagaimana dengan penyembahan anda? Mari dengan segala hormat dan rendah hati kita memuji kekudusanNya hari ini. Amin.




Selasa 2 Agustus 2011
Kita menyembah Tuhan karena keperkasaan dan kebesaranNya (Maz.150:2; Maz.96)
Mengapa kita memuji dan menyembah Tuhan?
B2. Kita memuji dan menymebah Tuhan karena Dia Allah yang Perkasa dan Allah yang besar. Kebesaran Tuhan dinyatakan dalam ciptaanNya. Ialah yang menciptakan langit, bumi dan segala isinya. Dari hasil penelitian tentang jagad raya ditemukan bahwa jagad raya ini terdiri dari 140 juta galaxy (kumpulan bintang), dan setiap galaxy terdiri dari ratusan juta bintang, dan semua beredar dalam pengaturan Tuhan yang ajaib dan sempurna, dan masih banyak yang belum diketahui karena keterbatasan manusia, penemuan-penemuan masih terus berlangsung sampai hari ini. Setiap hari dalam pengaturan Tuhan matahari terbit dan tenggelam, memberikan kehidupan pada seluruh umat manusia, tidak pernah terlambat!

B3. Apakah ini belum cukup membuat kita takjub dan terpesona akan kebesaran Tuhan? Renugkan ciptaan Tuhan, maka anda akan tertegun dan akhirnya berkata : “How Great Thou Art”; “S’bab Kau besar, perbuatanMu ajaib tiada seperti Engkau tiada seperti Engkau”. Amin.





Rabu 3 Agustus 2011
Kita memuji dan menyembah Tuhan dengan sukacita dan expresi yang benar (Maz. 150:3-5; Maz.98:1-6)
Bagaimana kita memuji Tuhan?

B2. Pemazmur juga mengajar kita untuk masuk hadiratNya, memuji dan menyembah Tuhan dengan penuh sukacita, memakai segala alat, dengan penuh expresi. Pemazmur mengajak kita untuk Bersorak sorai sebagai pernyataan akan keagunganNya, kemuliaanNya dan kebesaranNya. Sebuah lagu yang ditulis oleh Darlene Zsech dengan judul : ”Shout to The Lord” menggambarkan betapa dahsyatNya Tuhan kita, setiap kali saya menyanyikan lagu itu setiap kali rasanya lutut tidak bisa berdiri tegak kecuali hanya berlutut menyembah Tuhan dengan kagum. Sebagian besar kitab Mazmur berisi suatu pujian dan pemyembahan kepadaNya, yang diexpresikan dengan gegap gepita dan penuh sukacita (joy) karena apa yang sudah Tuhan perbuat atas umatNya, membuat umatNya terpesona!
Bagaimana anda selama ini memuji dan menyembah Tuhan? Jika anda mengalami akan perbuatan Tuhan yang besar, mari bersorak-sorailah bagi Dia. Pakailah segala alat, pakailah segala cara yang baik, nyatakan expresi anda dalam penyembahan kepadaNya! Amin.




Kamis 4 Agustus 2011
Biar segala yang bernafas Memuji Tuhan (Maz.150:6)

Kapankah kita memuji dan menyembah Tuhan?
B2. Biar segala yang bernafas, artinya semua orang yang masih bernafas tanpa kecuali memuji Tuhan. Setipa manusia harus menyadari bahwa nafas hidup ini adalah anugrah Tuhan yang diberikan cuma-cuma setiap hari dengan setia, dan tak pernah lalai. Tanpa anugrah Tuhan anda dan saya akan berhenti untuk bernafas. Hidup adalah pemberian, sebab itu sepatutnya anda dan saya setiap hari, setiap waktu memuji dan menyembahNya. Pemazmur dalam bagian lain mengatakan : “Aku hendak memuliakan Tuhan selama aku hidup, dan bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.” (Maz.146:2). Selagi engkau hidup, selagi engkau ada, artinya selagi engkau masih mempunyai kesempatan, mari memuji dan menyembah Tuhan.

B3. Apa yang anda lakukan pertama kali setiap hari anda bangun pagi? Apakah anda menyadari bahwa hidup anda adalah pemberian dan anugrah Tuhan? Mari menyembahNya hari ini. Amin.




Jumat 5 Agustus 2011
Biar segala yang bernafas memuji Tuhan (Maz.150:6)
Kapankah kita memuji Tuhan?

B2. Biar segala yang bernafas juga mempunyai arti bahwa kita memuji dan menyembah Tuhan terus menerus sepanjang hidup ini, apapun situasi dan kondisinya kita tetap memuji dan menyembahNya. Ketika mengalami hal yang baik tidak sukar kita memuji dan menyembahNya, ketika kita Tuhan menjawab doa-doa kita, memberikan kesembuhan, memberikan pertolonganNya, memberikan berkatNya, atau bahkan menyatakan mujizatNya, tidaklah sukar kita memuji dan menyembahNya, namun ketika kita mengalami hal-hal yang buruk, ketika Tuhan seolah tidak menjawab doa-doa kita, ketika kita mengalami sakit penyakit, kerugian, dst…. kita cenderung bersungut-sungut dan mempersalahkan Tuhan. Bersungut dan mengomel kepada Tuhan hanya akan memperkeruh suasana, gantilah sungut-sungut anda dengan pujian, itulah yang berkenan kepada Tuhan.

B3. Apakah kita memuji dan menyembah Tuhan hanya ketika menerima yang baik dari Tuhan? Apakah kita sering bersungut-sungut? Mari belajar dan praktekkan memuji dan menyembah kepada Tuhan dalam segala hal. Amin




Sabtu 6 Agustus 2011
Memuji Tuhan pada segala waktu (Maz.34:1-9)
Kapankah kita memuji Tuhan?

B2. Mazmur 34 sekali lagi mengajar kepada kita untuk memuji Tuhan pada segala waktu, artinya memuji Tuhan dalam waktu senang atau susah, waktu sakit atau sehat, waktu berhasil atau gagal, dst….., Daud dalam hidupnya banyak mengalami hal-hal yang menurut penilaian manusia buruk adanya, ia mengalami ancaman, penindasan, dan serangan, juga pengkhianatan dari sahabat-sahabatnya bahkan anaknya, namun ia tetap memuji Tuhan, penyembahannya kepada Tuhan tidak berhenti hanya karena pengalaman-pengalaman yang sukar itu, ia tetap percaya bahwa sekalipun ia harus mengalami semua itu, Tuhanlah yang tetap berdaulat atas hidupnya, ia percaya pada pemeliharan dan perlindungan Tuhan, ia percaya kasih setia Tuhan tak pernah terlambat menolongnya. Setelah melewati pengalaman itu Daud berkata: “Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung padaNya.” (Maz.34:9)

B3. Apakah anda dalam keadaan dan terjepit dan terdesak? Apakha anda hidup dalam kegentaran dan kegelisahan? Percayalah pada kasih setia Tuhan, tetaplah memuji dan menyembah Tuhan, sehingga akhirnya anda juga akan berkata : “Kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu.” Amin



Minggu 7 Agustus 2011
Belajar dari Ayub ( Ayub 1:13-22)
Tetap Menyembah!

B2. Awal mulanya Ayub hidup dalam keadaan yang sangat baik, ia adalah orang yang saleh dan jujur, ia takut akan Tuhan danmenjauhi kejahatan, ia mempunyai banyak harta, sehingga ia menjadi orang yang terkaya dijamannya (ay.2-3). Namun, tiba-tiba dalam hitungan menit segalanya berubah menjadi malapetaka, Ayub mengalami suatu tragedi dalam hidupnya hanya dalam hitngan menit, semua harta ludes, semua anaknya meninggal, dan berikutnya ia menderita sakit yang menjijikkan. Bagaimana respon Ayub menghadapi semua itu? Alkitab mencatat : Ayub sujud dan menyembah! (ay.20). inilah penyembahan yang benar, Ayub menyembah Tuhan bukan karena apa yang Tuhan perbuat dalam hidupnya, tetapi Ayub menyembah Tuhan karena pribadi Tuhan itu sendiri, Tuhan adalah pribadi yang layak menerima segala puji dan hormat dan kemuliaan. Ayub tidak terpengaruh oleh apa yang dia alami, ia mengerti bahwa Tuhannya adalah baik, Tuhannya adalah bijaksana dan sekaligus Ayub mengakui bahwa Tuhanlah yang berdaulat atas hidupnya.

B3. Bagaimana dengan penyembahan anda? apakah anda menyembah Tuhan karena berkatNya? Atau anda menyembah Tuhan karena memang Dia layak menerima semua pujian dan hormat dan kemuliaan?

Apapun yang terjadi, SEMBAHLAH TUHAN. Amin.

GKBJ Taman Kencana

Gereja Kristen Baptist Jakarta Jemaat Taman Kencana
Perumahan Taman Kencana Blok A1 No 16
Cengkareng Jakarta Barat 11730
Telp: 021 555 2868 Fax: 021 555 2869
Email: gkbj.taman@gmail.com | gkbj_taken@yahoo.co.id
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Tuliskan komentar anda disini.


Top